2 Kompi Yonif Raider Khusus 762 Dikerahkan untuk Tumpas KKB

Chanry Andrew S, iNews · Sabtu 05 Juni 2021 02:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 05 340 2420477 2-kompi-yonif-raider-khusus-762-dikerahkan-untuk-tumpas-kkb-EfqoPUIcqO.jpg foto: istimewa

SORONG - Aksi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), semakin brutal dan mematikan. Bahkan, korban warga sipil terus berjatuhan di Kabupaten Puncak, Papua, akibat ulah teroris yang akrab disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) .

Negara tak ingin kalah dengan aksi brutal KKB. Pengerahan pasukan TNI-Polri, dilakukan di wilayah rawan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Salah satunya, dengan mengerahkan dua kompi Yonif Raider Khusus 762/Vira Yudha Sakti Kodam XVIII/Kasuari.

Baca juga:  Pasca-Baku Tembak dengan KKB, Pasukan Gabungan Kuasai Bandara Aminggaru Ilaga Papua

Para prajurit tersebut, dikerahkan ke wilayah rawan. Mereka tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) untuk memberantas para teroris KKB.

"Kalian tidak boleh kalah dengan mereka. Tetap waspada dan jangan lengah," tegas Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa.

Baca juga:  KKB Serang Bandara Aminggaru Ilaga: 3 Warga Sipil Tewas, Kontak Tembak Berlangsung 3 Jam

"Sehebat apapun pasukan, apabila lengah maka 'selesai', kalah, hancur, habis. Lindungi, jaga, dan selamatkan rakyat, khususnya masyarakat di Provinsi Papua Barat, yang jauh dan terpencil," imbuh jenderal TNI bintang dua ini.

Nyoman Cantiasa memeriksa langsung kesiapan operasi dua kompi Satgas Pamrahwan Yonif Raider Khusus 762/Vira Yudha Sakti Kodam XVIII/Kasuari, dalam suatu upacara yang berlangsung di lapangan upacara Yonif Raider Khusus 762/Vira Yudha Sakti, Kilometer 10 Sorong, Papua Barat.

"Daerah rawan termasuk di Papua Barat, merupakan wilayah NKRI yang memiliki nilai strategis bagi kedaulatan negara dan berpengaruh terhadap aspek pertahanan negara, serta menjadi taruhan bagi harga diri bangsa sehingga perlu dijaga dan diamankan dengan sebaik-baiknya," tegasnya.

Dia mengingatkan kepada para prajurit, bahwa permasalahan yang terjadi di daerah operasi sangat kompleks. Seperti masih terdapatnya kesenjangan, berupa rendahnya aksesibilitas, terbatasnya sarana dan prasarana, masih rendahnya keterampilan yang dimiliki, dan minimnya pendapatan, sehingga berdampak pada aspek kehidupan penduduk setempat, seperti kesehatan, pendidikan, dan perumahan.

Selain itu, daerah rawan juga berpotensi menjadi tempat lintas pelaku kejahatan hingga separatisme. Sehubungan dengan itu, pengamanan daerah rawan yang harus diemban oleh prajurit Yonif Raider Khusus 762/Vira Yudha Sakti adalah sebuah tugas dan tanggung jawab yang besar dan berat. Untuk itu, dalam pelaksanaan tugas nantinya, para prajurit tidak boleh main-main. Kepercayaan yang telah diberikan harus dipertanggungjawabkan.

Di akhir acara pemeriksaan kesiapan operasi ini, Nyoman Cantiasa memberikan bantuan tali 'Fast Rope', ribuan masker kesehatan, serta 50 buah buku saku tentang 'Pedoman Tata Cara Melaksanakan Pertempuran Sesuai dengan Hukum Humaniter Internasional', dan 50 'Buku Pedoman Penerapan HAM' dari Babinkum TNI untuk dipelajari, dipahami, dan dipedomani dalam pelaksanaan tugas para prajurit Satgas Pamrahwan Yonif Raider Khusus 762/Vira Yudha Sakti, Kodam XVIII/Kasuari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini