JAKARTA - Koordinator Relawan Covid 19, Erlina Ciptadi menyebut sekolah aman di buka untuk siswa dengan melihat angka positivity rate dan tingkat kematian di sebuah daerah. Untuk tingkat positivity rate harus dibawah 5% dan tingkat kematian berada di angka 1%.
"Kalau bapak dan ibu mengajar sekolah di Surabaya misalnya, positivity rate sebesar 0,8%, bagi kami aman terkendali karena jumlah kasus sedikit, jumlah kasus yang meninggal setiap hari hampir tidak ada, kapasitas tes dan tracing mereka cukup memadai, Tapi kalau di kota-kota lain bisa jadi belum memenuhi syarat,"kata Erlina dalam Webinar dengan tema "Kelayakan PTM terbatas di tahun ajaran baru 2021" pada Senin,(07/06/2021).
Kemudian ia mencontohkan beberapa sekolah yang hanya perlu satu orang abai protokol hingga sekolah jadi tidak aman. "hanya perlu satu orang abai untuk menulari sekitarnya sehingga sekolah itu bisa jadi cluster penularan kemudian orang yang tertular membawa virus kerumah dan menulari orang di rumah,"kata Erlina.
Misalnya seperti sekolah berasrama di Jakarta dan SMP Pekalongan. Pertama, sekolah berasrama di Jakarta memiliki 1 staf yang bergejala setelah liburan akhir tahun.
Setelah dites positif covid dan menulari beberapa staf pengajar, pengasuh dan beberapa murid lain dengan total 79 kasus. Ketika sekolah ingin mengadakan tes PCR, namun di Puskesmas terdekat hanya bisa tes 8 orang/hari.
"Jakarta seharusnya tidak kesulitan dengan kapasitas tes. Akhirnya mereka Galang dana untuk bisa mentes semua orang, kemudian setelah masa isolasi mereka tes semuanya,"kata Erlina.
Kedua, SMP di pekalongan di mana satu guru telah kehilangan indera penciuman dan tetap mengajar PJJ karena tidak ingin kehilangan tunjangannya. Sehingga menulari puluhan guru dan staf lain dengan total kasus 37 orang.
"Akhirnya sekolahnya ditutup total untuk memudahkan tes dan karantina beberapa staf menolak diisolasi. Karena berimplikasi ke tunjangan, kalau mereka tidak datang absen itu ada faktor tunjangan yang dipotong,"papar Erlina.
Oleh karena itu ia meminta agar sekolah, pemerintah dan orang tua dapat bekerjasama mematuhi Protokol Kesehatan.