Tragis! Kepsek Delvina Korban Penikaman Wali Murid Meninggal Dunia

Joni Nura, iNews · Rabu 09 Juni 2021 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 340 2422322 tragis-kepsek-delvina-korban-penikaman-wali-murid-meninggal-dunia-UvPHejDKpK.jpg Foto: MNC Media

NAGEKEO -Kepala Sekolah (Kepsek) SDI Ndora yang ditikam oleh wali murid, meninggal di Rumah Sakit Ende, Rabu (9/6/2021).

(Baca juga: Siswa Dilarang Ujian karena Belum Bayar Uang Sekolah, Kepsek Terkapar Ditikam Wali Murid)

Delfina adalah korban penikaman oleh orangtua siswa berinisial DD, warga Nagemi,Dusun A, Desa Ulupulu 1, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo pada Selasa, 8 Juni 2021.

(Baca juga: Terekam CCTV, Emak-Emak Jadi Korban Begal Payudara Viral di Medsos)

Sebelumnya korban sempat dirawat insentif di Puskesmas Nangaroro selama kurang lebih 10 jam, kemudian dirujuk ke RSUD Ende.

Kejadian berawal dari kemarahan pelaku karena anaknya dipulangkan pihak sekolah akibat tunggakan biaya SPP (uang komite). Dikabarkan, tunggakan biaya komite sekitar Rp1,7 juta yang bertumpuk dari tahun ke tahun.

Wakil Kepala SDI Ndora, Antonius Geo mengatakan, saat beberapa guru sedang sibuk menyiapkan ujian di ruang guru, pelaku kemudian datang dan berdiri di pintu masuk. Pelaku lalu menanyakan alasan pihak sekolah memulangkan anaknya dan tidak ikut ujian

“Saya akan lapor ke polisi,” kata Antonius, meniru ucapan pelaku.

“kalau lapor, silahkan bapak, kami siap bertanggung jawab,” ucap Antonius mengutip perkataan Delvina membalas .

Saat itulah, lanjut antonius, pelaku langsung menusuk Delvina di bagian perut sebelah kanan. pelaku pun berupaya menyerang beberapa guru, namun berhasil diamankan.

“iya, dia (tusuk) pakai pisau di bagian perut,” kata Anotinus.

Siswa yang sedang mengikuti ujian berhamburan keluar, menangis histeris dan pulang ke rumah masing-masing. begitu pun sebagian guru yang terancam diserang DD mengindar dari ruang guru di sekolah itu.

Pasca-kejadian, Kepsek Delvina langsung digotong dan dibawa ke Puskesmas Nangaroro untuk ditangani secara medis hingga tutup usia setelah dirujuk ke RSUD Ende.

Kapolsek Nangaroro, Iptu Sudarmin Syafrudin menyatakan pelaku dikenakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah di tahan di Polsek Nangaroro.

Pihaknya juga sedang merampung keterangan para saksi dan alat bukti. sementara, tempat kejadian perkara (TKP) telah dipasang tanda larangan polisi.

“TKP sementara kami police line untuk kepentingan penyidikan. Jika sudah cukup nanti baru kami buka lagi, tergantung perkembangan nanti. Namun kami upayakan secepatnya agar tidak mengganggu proses KBM,” pungkasnya.

Hingga pagi ini korban masih berada di Rumah Sakit Umum Ende dan sedang disiapkan untuk bawah ke rumah duka yang berada di Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini