Lakukan Pelanggaran, 4 Anggota Polres Raja Ampat Dipecat

Chanry Andrew S, iNews · Rabu 09 Juni 2021 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 340 2422500 lakukan-pelanggaran-4-anggota-polres-raja-ampat-dipecat-DKOEy1ADsh.jpg Empat anggota Polres Raja Ampat diberhentikan dengan tidak hormat (Foto: Chanru Andrew)

Selanjutnya, Brigadir Polisi Kepala Herry Permana, Ia telah melanggar Pasal 11 huruf c peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2011 tentang kode etik profesi Polri.

Dalam pasal tersebut menjelaskan setiap anggota Polri wajib mentaati dan menghormati norma kesusilaan,norma agama, nilai-nilai kearifan lokal dan norma hukum.

Adapun Bripka Maurit Andi Randongkir telah melanggar Pasal 14 Ayat (1) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri.

Bunyi pasal tersebut bahwa, Anggota Polri diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas Polri apabila meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.

Maurit juga dikenakan Pasal 3 huruf e Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang kode etik profesi. Maurit diberhentikan tidak dengan hormat berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kaploda Papua Barat Nomor: Kep/56.B/II/ 2021.

Kapolres Raja Ampat dalam amanatnya menegaskan, upacara PTDH yang dilaksanakan sesuai dengan keputusan Kapolda Papua Barat tentang penjatuhan hukuman PTDH kepada setiap personel Polri yang dianggap sudah tidak layak menjadi anggota Polri.

Secara pribadi, menurut Kapolres, dirinya merasa prihatin dan sedih karena upacara PTDH ini merupakan upacara kali kedua di masa kepemimpinannya sebagai Kapolres Raja Ampat. Selaku Kapolres, dirinya juga berharap kedepannya tidak ada lagi personel Anggota Polres Raja Ampat yang melakukan pelanggaran apalagi sampai di PTDH.

Terkait dengan empat anggotanya yang diberhentikan itu, Kapolres mengatakan, sebagai pimpinan dia sudah melakukan upaya-upaya pembinaan terhadap anggotanya. Namun, hingga sampai keputusan ini ditetapkan keempat anggota tersebut tidak menunjukkan perubahan ke arah yang positif.

"Semoga momentum ini dapat dijadikan sebagai awal dari segala perubahan positif menuju Polri yang Presisi, dalam pelayanan publik kepada masyarakat," tandas Kapolres AKBP Andre JW Manuputty.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini