Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Langkah BNPB Hadapi Potensi Gempa M8,7 dan Tsunami di Pesisir Selatan Jatim

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 10 Juni 2021 |04:31 WIB
Langkah BNPB Hadapi Potensi Gempa M8,7 dan Tsunami di Pesisir Selatan Jatim
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan penguatan kelembagaan BPBD, baik provinsi, kabupaten dan kota di Jatim. Penguatan ini menindaklanjuti hasil kajian dan pemodelan potensi bahaya gempa bumi M8,7 yang dilakukan BMKG.

Diketahui, gempa bumi merupakan fenomena alam yang dapat berulang bahkan memicu terjadinya tsunami. Kejadian yang belum dapat diprediksi tersebut selalu menjadi ancaman masyarakat setiap saat. Pencegahan merupakan upaya yang harus dilakukan secara bersinergi oleh semua pihak.

Plt. Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Harmensyah, mengatakan bahwa pencegahan bencana harus dioptimalkan untuk meniadakan korban jiwa dan mengurangi kerugian yang mungkin timbul. Melihat aktivitas kegempaan di Jawa Timur selama periode 2008 - 2020, Harmensyah mengatakan terdapat loncatan aktivitas kegempaan 5 tahun terakhir.

“Gempa bumi cenderung meningkat sehingga upaya mitigasi dan pencegahan perlu ditingkatkan,” ujar Harmensyah dalam keterangan yang diterima, Rabu (9/6/2021).

Harmensyah juga menyampaikan beberapa langkah yang perlu dipersiapkan BPBD. Dia mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan sosialisasi dan komunikasi risiko kepada masyarakat. Berikutnya, BPBD memastikan jalur dan titik evakuasi tersedia dan aman, serta infrastruktur peringatan dini bekerja dengan baik.

Dia mengingatkan BPBD untuk melihat kembali rencana kontinjensi daerah terkait bahaya gempa bumi dan tsunami. Tidak ada kata terlambat untuk meningkatkan keterampilan masyarakat melalui gladi dan simulasi.

“Kelembagaan penanganan darurat yang terencana serta pengembangan kapasitas destana yang terukur,” pesannya.

Masih terkait dengan upaya menghadapi bahaya gempa dan tsunami, Harmensyah menyampaikan mengenai investasi pengurangan risiko bencana tsunami melalui mitigasi berbasis ekosistem. Langkah ini dapat dilakukan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Mitigasi ekosistem merupakan upaya penanaman vegetasi untuk mereduksi dampak tsunami di wilayah pesisir.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement