Putin: Rusia Siap Ekstradisi Penjahat Siber ke AS

Susi Susanti, Koran SI · Senin 14 Juni 2021 09:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 18 2424675 putin-rusia-siap-ekstradisi-penjahat-siber-ke-as-sCyCKK0WqT.jpg Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: CNN)

MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya siap untuk mengekstradisi penjahat siber ke Amerika Serikat (AS) secara timbal balik.

Kantor berita TASS yang dikelola pemerintah Rusia melaporkan pada Minggu (13/6).

Menurut TASS, Putin mengatakan kepada saluran TV pemerintah Rossiya-1 bahwa baik Rusia dan AS harus "mengambil komitmen yang sama," menambahkan bahwa "Rusia secara alami akan melakukan itu tetapi hanya jika pihak lain, dalam hal ini AS, setuju dengan sama dan juga akan mengekstradisi penjahat terkait ke Federasi Rusia."

Pernyataan Putin datang menjelang pertemuan puncak 16 Juni mendatang dengan Presiden AS Joe Biden di Jenewa. Biden mengatakan pada Minggu (13/6) di konferensi pers G7 bahwa dia didorong oleh komentar Putin sebelumnya dan mengakui bahwa negosiasi mungkin dilakukan, tetapi waspada terhadap Presiden Rusia yang pernah mengubah perilakunya.

(Baca juga: Misteri Pesawat Kecelakaan Ditemukan di Dasar Danau, Usia 56 Tahun)

Selama konferensi pers pada Rabu (9/6), juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan bahwa "masalah serangan ransomware" akan dibahas selama pertemuan antara kedua pemimpin di Jenewa.

"Kami telah mengangkat masalah serangan ransomware dengan sejumlah negara dan itu termasuk Rusia. Saya menduga, seperti yang Anda dengar dari Gedung Putih, bahwa aktivitas ini akan menjadi topik ketika kedua presiden bertemu minggu depan di Jenewa," terang Price.

TASS melaporkan Selama wawancara dengan Rossiya-1, Presiden Rusia mengatakan dia berharap pertemuannya dengan Biden akan berfungsi untuk memulihkan hubungan antara Rusia dan AS dan membangun "mekanisme yang berfungsi" untuk dialog langsung tentang "bidang kepentingan bersama," termasuk konflik regional, kerjasama ekonomi dan perlindungan lingkungan.

(Baca juga: Kokain 31,5 Kg Ditemukan di Kapal Pesiar)

"Secara umum, ada sesuatu untuk dibicarakan dan ada masalah umum untuk didiskusikan," tambah Presiden Rusia.

Pada Kamis (10/6), sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada "CBS This Morning" bahwa Biden akan mengangkat beberapa masalah yang menjadi perhatian selama pertemuannya dengan Putin.

"Fokus Presiden adalah menyampaikan pesan yang penting bagi rakyat Amerika dan menggunakan pertemuan ini sebagai kesempatan untuk memajukan kepentingan kita," terangnya.

"Presiden akan mengangkat area di mana dia memiliki perhatian - apakah itu serangan ransomware atau agresi di perbatasan Ukraina, atau pelanggaran hak asasi manusia. Tapi, ada juga area yang kami pikir dapat kami kerjakan bersama," tambahnya.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini