Arab Saudi Izinkan Perempuan Mendaftar Haji Tanpa Pendamping Laki-Laki

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 14 Juni 2021 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 18 2424830 arab-saudi-izinkan-perempuan-mendaftar-haji-tanpa-pendamping-laki-laki-z8BCdtd6W0.jpg Foto: Reuters.

JEDDAH – Pemerintah Arab Saudi telah menyatakan bahwa calon jamaah wanita dapat mendaftar ibadah haji tanpa didampingi oleh muhrim atau pendamping laki-laki. Hal ini disampaikan di saat Arab Saudi mengumumkan pendaftaran haji 2021, yang dibuka pada Minggu (13/6/2021) pukul 1 siang.

Pendaftaran akan dibuka hingga 23 Juni pukul 10 malam. Tidak ada prioritas untuk mereka yang mendaftar lebih awal, demikian dilansir Arab News.

BACA JUGA: Breaking News: Arab Saudi Putuskan Kuota Haji, Hanya untuk 60.000 Jamaah dari Dalam Negeri

Sebagaimana diberitakan, Arab Saudi telah mengumumkan akan membatasi haji 2021 hanya untuk 60.000 jamaah dari dalam negeri, baik warga negara, atau penduduk, dan ekspatriat.

Pendaftaran haji akan melalui lima tahap. Calon jamaah akan diminta untuk mengisi informasi detail pribadi dan riwayat kesehatan mereka berdasarkan dokumen-dokumen resmi. Setelah itu, sistem akan memverifikasi kelayakan pemohon haji berdasarkan data yang diberikan oleh Pusat Informasi Nasional.

Setelah aplikasi diterima, pemohon akan diberikan nomor registrasi untuk pertanyaan lebih lanjut. Setelah memastikan status COVID-19 pemohon, telah diimunisasi penuh, imunisasi dengan dosis pertama, atau imun setelah pemulihan, pesan teks dengan detail pembayaran akan dikirim.

Kementerian mengatakan bahwa mendaftar haji tidak berarti izin haji akhir telah diberikan.

BACA JUGA: Arab Saudi Resmi Buka Pendaftaran Haji 2021 hingga Pekan Depan

“Izin haji hanya akan dikeluarkan setelah aplikasi ditemukan memenuhi semua kondisi dan peraturan kesehatan wajib,” tambah kementerian dalam keterangannya. “Kementerian berhak menolak permintaan setiap saat, jika ditemukan melanggar peraturan penyelenggara.”

Sebelum permohonan izin haji dapat dikirim, semua pemohon harus menyatakan bahwa mereka tidak melakukan haji dalam lima tahun terakhir, mereka tidak menderita penyakit kronis, dan tidak terinfeksi COVID-19.

Calon jamaah juga harus mengakui bahwa mereka belum pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit kronis atau untuk perawatan dialisis dalam enam bulan terakhir. Calon jamaah juga terbatas hanya bagi mereka yang berusia antara 18 dan 65 tahun.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan bahwa keputusan pembatasan jamaah dan syarat yang ketat "didasarkan pada keinginan terus-menerus Kerajaan Arab Saudi untuk memungkinkan para tamu dan pengunjung di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk melakukan ritual haji dan umrah".

“Kerajaan mengutamakan kesehatan dan keselamatan manusia,” kata kementerian.

Menurut tweet resmi kementerian, fase "penyortiran" dari proses aplikasi haji dimulai pada 25 Juni, dengan prioritas untuk calon jamaah terdaftar yang belum pernah melakukan haji.

Arab Saudi telah menyetujui tiga paket ibadah haji untuk para jamaah, dengan biaya SR16.560.50 (sekira Rp62 juta), SR14.381.95 (sekira Rp54 juta), dan SR12.113.95 (sekira Rp45,9 juta). PPN akan ditambahkan ke harga setiap paket.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini