Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Enam Strategi Satgas Kendalikan Lonjakan Kasus Covid-19 di Daerah

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis-Selasa, 15 Juni 2021 |11:37 WIB
Enam Strategi Satgas Kendalikan Lonjakan Kasus Covid-19 di Daerah
Foto: Dok BNPB
A
A
A

Ketiga, meningkatkan jumlah pemeriksaan testing dan memasifkan kegiatan tracing untuk memastikan jumlah pemeriksaan testing bertambah dan kegiatan tracking dilakukan maksimal untuk menjaring pasien terinfeksi termasuk yang tidak bergejala.

Keempat, memastikan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, obat, alkes dan memaksimalkan fungsi karantina terpusat posko daerah. "Pemerintah daerah harus memastikan kecukupan sumber daya nakes, alat kesehatan dan obat-obatan jika diperlukan melakukan konversi TT non Covid untuk mencari TT (tempat tidur) isolasi dan ICU Covid-19," tuturnya.

"Hal ini sedang dilakukan, pemerintah daerah mengevaluasi ketersediaan TT ini dan sudah diinstruksikan untuk mengkonversi itu sampai dengan 30 – 40 persen," katanya.

Selain itu, ia menambahkan perlu memaksimalkan juga fasilitas karantina terpusat posko daerah level kelurahan, desa sebagai tempat isolasi mandiri suspek Covid-19 dari pelaksanaan PPKM mikro untuk bisa menyeleksi di tingkat Puskesmas, memilah-pilah pasien sesuai dengan derajat tingkat Covid yang dideritanya, mulai dari OTG, ringan, sedang, berat dan kritis. "Hal ini sudah ada manajemennya untuk menyalurkan," ucapnya.

Kelima, memperketat pelaksanaan PPKM mikro optimalkan peran Posko dan monitoring evaluasi data kasus positif yang nantinya bisa digunakan menyusun strategi pengendalian kasus di beberapa daerah.

"Setiap daerah harus melaksanakan pemantauan rutin data-data jumlah kasus aktif kematian, kesembuhan dan persentase BOR ICU dan isolasi, termasuk juga pengendalian mobilitas penduduk guna menyusun strategi pengendalian kasus berdasarkan data yang ada," ucapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement