Protes Pawai Bendera Israel, Faksi Palestina Serukan "Hari Kemarahan"

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 15 Juni 2021 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 18 2425311 protes-pawai-bendera-israel-faksi-palestina-serukan-hari-kemarahan-r4QYS3FzXV.jpg Bendera Israel dikibarkan pada parade memperingati Hari Yerusalem di Kota Tua Yerusalem, 10 Mei 2021. (Foto: Reuters)

YERUSALEM – Kelompok sayap kanan Israel akan menggelar pawai di sekitar Kota Tua Yerusalem pada Selasa (15/6/2021), mengibarkan bendera melewati lingkungan warga Muslim Palestina. Parade yang berisiko memicu ketegangan antara dengan warga Palestina di Yerusalem dan menyulut kembali kekerasan itu disetujui pemerintah Israel pekan lalu.

Faksi-faksi Palestina mengecam pawai itu, menyebutnya sebagai provokasi dan mengancam menyerukan “Hari Kemarahan” di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki. Kelompok Hamas yang menguasai Gaza memperingatkan akan kembali memulai konflik jika pawai itu tetap dilanjutkan.

BACA JUGA: Israel Izinkan Pawai Sayap Kanan Lewati Lingkungan Muslim Yerusalem

"Kami memperingatkan dampak berbahaya yang mungkin timbul dari niat kekuatan pendudukan untuk mengizinkan pemukim ekstremis Israel untuk melaksanakan Pawai Bendera di Yerusalem yang diduduki besok," kata Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh di Twitter sebagaimana dilansir Reuters.

Pawai itu semula dialihkan untuk menghindari Kawasan Muslim Kota Tua pada 10 Mei ketika ketegangan di Yerusalem menyebabkan kelompok Hamas, yang menguasai Gaza, menembakkan roket ke kota suci itu, memicu pertempuran mematikan selama 11 hari.

BACA JUGA: Warga Israel Berpesta, Rayakan Lengsernya Pemerintahan Netanyahu

Kaum kanan Israel menuduh pemerintah mereka menyerah pada Hamas dengan mengubah rutenya. Mereka menjadwal ulang prosesi setelah gencatan senjata Gaza berlangsung.

Pawai Selasa, yang akan dimulai pukul 18:30 waktu setempat, menimbulkan tantangan langsung bagi Perdana Menteri baru Israel Naftali Bennett, yang mulai menjabat pada Minggu (13/6/2021) dan mengakhiri kekuasaan pemimpin veteran Benjamin Netanyahu.

Pada Senin (14/6/2021) Menteri keamanan internal Bennett telah menyetujui pawai tersebut.

Perubahan rute atau pembatalan prosesi dapat mengancam kelangsungan pemerintahan koalisi Bennett rapuh.

"Waktunya telah tiba bagi Israel untuk mengancam Hamas dan bukan bagi Hamas untuk mengancam Israel," kata anggota parlemen sayap kanan terkemuka Itamar Ben-Gvir di Twitter.

Rute resmi untuk pawai belum diumumkan. Media Israel melaporkan bahwa polisi akan mengizinkan peserta untuk berkumpul di luar Gerbang Damaskus Kota Tua tetapi tidak akan membiarkan mereka melewatinya ke Muslim Quarter, yang memiliki populasi Palestina yang sangat banyak.

Ketegangan dapat meningkat bergantung pada jadi tidaknya rute pawai itu diubah. Faksi Palestina telah merencanakan protes pada pukul 6 sore di seluruh Jalur Gaza, sementara Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menyerukan warga Palestina berkumpul di Kota Tua untuk memprotes pawai.

Ketegangan pasti tinggi apakah rute diubah atau tidak. Protes Palestina direncanakan pada pukul 6 sore di seluruh Jalur Gaza, dan faksi Fatah Hamas dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah meminta warga Palestina untuk berduyun-duyun ke Kota Tua untuk melawan pawai.

Media Israel melaporkan bahwa militer Israel telah membuat persiapan untuk kemungkinan eskalasi di Gaza selama pawai. Sementara itu Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem melarang karyawan dan keluarga mereka memasuki Kota Tua pada Selasa.

Orang-orang Palestina menginginkan Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua, menjadi ibu kota negara yang ingin mereka dirikan di Tepi Barat dan Gaza yang diduduki.

Israel, yang mencaplok Yerusalem Timur dalam sebuah langkah yang belum mendapat pengakuan internasional setelah merebut daerah itu dalam perang 1967, menganggap seluruh kota sebagai ibu kotanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini