8 Kali Beraksi, 2 Pencuri Spesialis Rumah Kosong Ditangkap

Priyo Setyawan, Koran SI · Selasa 15 Juni 2021 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 510 2425592 8-kali-beraksi-2-pencuri-spesialis-rumah-kosong-ditangkap-2PsCHV3ZwK.jpg Pelaku pencurian rumah kosong di Sleman ditangkap. (Fto : MNC Portal/Priyo Setyawan)

SLEMAN - Pernah masuk bui karena kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) tidak membuat S alias Kuncun (51) warga Kasihan, Bantul; dan AS alias Bombon (31) warga Gamping, Sleman; kapok. Setelah bebas dari penjara di Jakarta lima tahun lalu, mereka kembali melakukan aksi yang sama di Sleman. Sejak Mei hingga Juni 2021, mereka sudah 8 kali melakukan kejahatan.

Dalam aksinya mereka mencari rumah kosong yang ditinggal pemiliknya, kemudian masuk rumah dengan mencongkel pintu atau jendela menggunanakan linggis. Setelah di dalam rumah, pelaku mengambil barang-barang berharga. Dua residivis itu pun sekarang mendekam di sel tahanan Mapolres Sleman.

Selain itu, petugas mengamnkan sepeda motor matic Vario dengan nomor polisi B 3546 ERP dan dua linggis yang digunakan untuk melakukan curat. Polisi juga menyita lima liontin, empat cincin dan kalung emas, tujuh handphone, lima jam tangan berbagai merek, beberapa casing handpone, 12 boks berisi cincin akik dan empat kacamata yang dicuri sebagai barang bukti (BB).

Kanit Jatanras Satreksim Polres Sleman, Ipda Leonard Vanangian Hutajalu mengatakan, tertangkapnya dua pencuri speialis rumah kosong ini, setelah warga Ngemplak, Ngaglik dan Mlati melaporkan rumahnya disatroni maling dan kehilangan barbang-barang berharga. Pencurian itu dilakukan saat rumah dalam keadaan sepi karena ditinggal pergi.

Baca Juga : Pemotor Curi 2 Smartphone Penjual Warung Terekam CCTV

Kejadian tersebut diketahui saat pemilik rumah pulang ke rumah melihat pintu atau jendela rusak dan sudah terbuka. Setelah diteliti beberapa barang berharga, seperti laptop, jam tangan, handphone dan perhiasan emas hilang.

Petugas menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan. Di antaranya dengan meminta keterangan pelapor serta olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan data lain yang berhubungan dengan kasus tersebut. Dari informasi yang dikumpulkan berhasil mengidentifikasikan pelaku dan menangkapnya.

“Awalnya kami menangkap S di Tamanmartani, Kalasan, 9 Juni 2021. Dari pengembangan kembali menangkap AS di wilayah Gamping, pada hari yang sama,” kata Leonard, Selasa (15/6/2021).

Saat mengamankan AS, petugas terpaksa menghadiahi timah panas di kaki kanannya. Sebab saat akan ditangkap melawan petugas.

“AS saat diamankan sempat melawan, sehingga petugas menembak kaki kananya,” ujarnya.

“Hasil pemeriksaan dalam melakukan aksinya mereka membutuhkan waktu antara 15-30 menit,” paparnya.

Baca Juga : Modus Minta Sumbangan tapi Masuk Rumah Tanpa Izin, Remaja Ini Jadi Bulan-bulanan Warga

Para tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat) ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

“Dari kejadian ini kami mengimbau warga untuk waspada dan menitipkan rumah ke tetangga saat akan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong serta meningkatkan pengamanan swadaya,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini