Hingga akhir hayatnya, Sukarno masih tetap di bawah kendali penguasa. Pasalnya keputusan keluarga untuk memakamkan jenazah sang Proklamator di Batutulis, Bogor tidak dikabulkan. Presiden Soeharto memutuskan tempat peristirahatan terakhir Sukarno di Blitar karena di sanalah ayah dan ibunya dikuburkan.
Diiringi isak tangis keluarga dan jutaan rakyat, pemakaman Sukarno sang pemimpin besar revolusi berlangsung dengan sederhana namun tetap khidmat. Panglima TNI Jenderal M. Panggabean bertindak sebagai inspektur upacara mewakili Presiden Soeharto yang tidak ikut ke Blitar.
Bapak Proklamasi, sang penyambung lidah rakyat Indonesia yang dikenal sebagai sosok berkarisma, berwibawa dan tegas saat menjadi pemimpin pergi untuk selamanya dengan menyandang status tahanan politik.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.