Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Mantan Rektor Unipar Angkat Bicara

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 19 Juni 2021 23:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 519 2427893 dituduh-lakukan-pelecehan-seksual-mantan-rektor-unipar-angkat-bicara-WGahusVsju.jpeg Foto: Illustrasi Shutterstock

JEMBER - Mantan Rektor Universitas IKIP PGRI Argopuro (Unipar) Jember, berinisial RS buka suara soal dugaan pelecehan seksual yang dilakukannya. RS mengelak bila telah melakukan pelecehan seksual, sebagaimana kabar yang beredar. Bahkan ada indikasi kasus ini sengaja dipolitisasi untuk kepentingan pihak tertentu.

"Sebenarnya kasusnya itu tidak terlalu ini, tapi dipolitisir jadi meluas. Saya pikir begini kasusnya itu, intinya itu pada saat saya mau cium dia (korban) mengelak. Setelah itu saya minta maaf dan pergi. Itu yang terjadi," kata RS saat dikonfirmasi media, pada Sabtu (19/6/2021).

Baca juga:  Polisi Belum Terima Aduan Korban Dugaan Pelecehan Seksual Mantan Rektor Unipar

RS menjelaskan, kejadian saat berada di mobil saat perjalanan ke luar kota ia berkilah bahwa dirinya hanya bermaksud untuk meluruskan kaki. Namun justru yang terjadi kakinya menyentuh tangan dari dosen berinisial H ini.

"Kejadian di mobil begini, di dalam mobil ada sopir, dia (korban) duduk di depan, saya di tengah dan ada Pak Agus (dekan). Mungkin itu penafsiran dia saja. Saat itu kaki saya kemeng pengen (ingin) selonjor luruskan, mungkin nyenggol tangannya. Ya saya malu kalau mau melecehkan dalam mobil," ujarnya.

Baca juga:  Rektor Unipar Jember Mengundurkan Diri Usai Tersangkut Dugaan Pelecehan Seksual ke Dosen

Hal serupa dibantahnya, terkait dugaan laporan adanya kekerasan seksual di hotel tempat ia dan H menginap. Menurut RS, hal itu terjadi secara spontan dan tidak direncanakannya.

"Yang di hotel itu, ya itu Pak Agus (salah seorang Dekan Fakultas di Unipar), bersebelahan dengan itu (korban), pak Agus datang buka kunci pintu kamarnya saya keluar dan maksud ajak bareng pak Agus. Kemudian saya (mendatangi kamar korban), ketok kamarnya mbak itu. Begitu membuka saya itu tidak ada rencana, tiba-tiba mau mencium, dan dia mengelak," terang dia.

Ia pun mengaku telah meminta maaf secara langsung atas dua kejadian tersebut kepada dosen tersebut. Namun ia pun mengaku salah telah melakukan hal yang dianggap kurang etis.

"Saya pun minta maaf dan keluar (dari kamar korban). Tidak ada sampai ada paksaan atau lebih dari itu. Saya merasa tidak adil. Bahkan ada yang lebih berat dari saya kasusnya kok tidak diproses," ucapnya.

Dirinya juga mengaku legowo mengundurkan diri sebagai Rektor Unipar atas tindakan dugaan pelecehan seksual yang dilakukannya.

"Saya mengakui khilaf dan sudah meminta maaf kepada yang bersangkutan (korban). Diminta mundur saya tidak masalah, monggo silahkan itu wewenang PPLP. Tapi apakah PPLP sudah siap mencari pengganti saya. Ini kan Unipar sedang toto-toto (menata sistem pendidikan dan administrasi)," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, RS rektor Unipar Jember nonaktif tersangkut kasus dugaan pelecehan seksual dengan mencium salah seorang dosen saat mengikuti diklat PGRI di Tretes, Kabupaten Pasuruan. Imbas dari kasus tersebut, RS akhirnya mengundurkan diri sebagai rektor pada 17 Juni 2021 lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini