Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kepulauan Lakshadweep di India Kini Menjadi "Surga" yang Terancam

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Minggu, 20 Juni 2021 |05:54 WIB
 Kepulauan Lakshadweep di India Kini Menjadi
Aksi protes di Kepuluan Laskshadweep (foto: M. Noushad)
A
A
A


Melarang daging sapi namun larangan alkohol dicabut

 

Sejak memerintah Desember lalu, Patel juga telah melarang penyembelihan sapi, anak sapi, banteng dan kerbau. Dia pun mencabut larangan penjualan dan konsumsi minuman alkohol yang berlaku sejak 1979.

Kebijakan-kebijakan itu mengundang kecaman dari pihak-pihak yang merasa bahwa langkah tersebut menggambarkan upaya pemerintah nasionalis Hindu di India untuk menerapkan secara paksa ideologi mereka atas 70.000 orang di kepulauan itu - 96% adalah umat Muslim.

"Mengapa melarang daging sapi di wilayah yang didominasi umat Muslim? Mengapa Patel ikut campur atas apa yang kami makan?" tanya Althaf Hussain, seorang politisi Partai Kongres dan mantan ketua panchayat di Lakshadweep.

Muhammed Noushad, salah seorang editor laman berita independen setempat, dweepdiary.com, mengatakan bahwa penduduk mendukung larangan minuman beralkohol karena itu diharamkan dalam agama Islam.

"Kepulauan ini sangat aman bagi perempuan dan anak-anak. Tapi kini muncul kekhawatiran bahwa mendapat akses minuman alkohol yang lebih mudah bakal menyulut kecanduan dan ini berdampak bagi tatanan sosial masyarakat."

Sedangkan Patel, menurutnya, tidak tahu soal sejarah atau budaya Lakshadweep.

"Belum pernah sebelumnya ada peraturan diberlakukan di sini secara tidak demokratis dan sepihak. Penduduk tidak dikonsultasikan dulu soal adanya perubahan aturan. Mereka itu warga negara, bukan budak. Situasi ini tidak dapat diterima di masyarakat beradab mana pun," lanjut Hussain.

Dia pun menyatakan bahwa Patel "bisa membangun wilayah untuk turis di pulau-pulau lain ketimbang mengganggu ketentraman di wilayah kami."

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement