Terduga korban lainnya bernama Mawar menerangkan, di rumah pribadi JE ini biasanya para siswa SPI ini terdiri dari 7 - 12 orang selama beberapa hari di Surabaya.
"Pendekatannya untuk training lima hari. Biasanya yang diajak berangkat bisa sampai 7 orang 10 orang, hingga 12 orang. Jadi tujuannya itu untuk pengkaderasasian dibentuk untuk lapisan yang bisa memimpin selanjutnya," ucap Mawar.
Kebanyakan dari siswa yang dibawa ke rumah pribadi JE adalah perempuan, meski ada laki - laki namun jumlahnya tak sebanyak siswa perempuan.
"Dibawa ke SBY ada tiga hari sampai lima hari apakah ada pembina lain kadang ada dan kadang hanya bersama dengan JE. Biasanya saat keberangkatan memang lebih banyak perempuan, tapi pasti ada laki-laki satu atau dua anak," beber Mawar kembali.
Sebagai informasi dugaan kekerasan seksual di SPI Kota Batu oleh pemilik sekolah berinisial JE mencuat setelah ada tiga korban yang melaporkan kasusnya ke Polda Jawa Timur. Para terduga korban yang didampingi oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mendatangi dan melaporkan ke Polda Jatim pada Sabtu 29 Mei 2021.
Dari hasil pendataan Komnas PA awal setidaknya ada 15 korban yang telah mengadu. Dari belasan korban itu, tiga korban dilanjutkan pada proses visum di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur pada 31 Mei 2021.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.