Ini Pengakuan Korban Pelecehan Seksual oleh Pemilik SPI

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 20 Juni 2021 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 20 519 2427908 ini-pengakuan-korban-pelecehan-seksual-oleh-pemilik-spi-okTMBdFPYC.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

KOTA BATU - Terdapat lokasi baru berkaitan kasus dugaan pelecehan seksual, yang diduga dilakukan pemilik sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu. Hal ini setelah ada pengakuan dari saksi korban yang memberikan informasi adanya hal tersebut.

Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait menyatakan, ada tempat baru disinyalir terkait dugaan pelecehan seksual oleh JE, pemilik sekolah berinisial SPI.

"Untuk melengkapi bukti-bukti yang patut dan sebagai dasar keterangan JE ada informasi baru. Tersangka baru dan tempat baru, bukti - bukti untuk menguatkan jika pelaku ini bisa dijerat dengan tiga pasal berlapis," kata Arist Merdeka Sirait saat melakukan konferensi pers di Kota Batu, Sabtu (19/6/2021).

Baca juga:  Heboh Kekerasan Seksual di SMA Selamat Pagi Indonesia, Ini Reaksi Wali Kota Batu

Tempat lokasi pelecehan baru yang diinformasikan terduga korban disebut berada di rumah pribadi JE yang ada di Surabaya. Para siswa SPI ini dikatakan Arist, rutin dibawa ke rumah pribadi JE dengan modus akan dimotivasi dan pelatihan di rumahnya.

"DiLakukan di rumah pribadi dan di ruang privasi, lalu sampai pada tempat-tempat yang dipaksakan seperti di bathup. Di tempat kejadian perkara baru diselidiki oleh Polda Jatim selain lingkungan SPI, di luar SPI bahkan hingga luar negeri. Bisa dibayangkan kejadian seperti itu dilakukan di kapal-kapal pesiar. Jadi memang terencana," papar Arist.

 Baca juga: Komnas PA Temukan Lagi Pelaku Kekerasan Seksual ke Siswa SPI, Total Ada 5 Orang

Sementara itu, salah seorang korban terduga pelecehan seksual sebut saja bernama Melati, mengakui ia diajak ke rumah pribadi JE untuk diberikan motivasi dan pendidikan di sana. Namun justru saat berada di rumah pribadi JE ini ia dan beberapa temannya diduga menerima pelecehan seksual dari JE.

"Biasanya kami diajak ke rumah pribadi itu, karena rumahnya besar dan mewah. Jadi istilahnya si JE membuat atau mencontohkan ini lho kamu punya impian seperti ini atau tidak. Koko punya rumah mewah dan besar. Sehingga kita diharapkan bisa mewujudkan impian seperti itu," tutur Melati didampingi Arist Merdeka Sirait.

Terduga korban lainnya bernama Mawar menerangkan, di rumah pribadi JE ini biasanya para siswa SPI ini terdiri dari 7 - 12 orang selama beberapa hari di Surabaya.

"Pendekatannya untuk training lima hari. Biasanya yang diajak berangkat bisa sampai 7 orang 10 orang, hingga 12 orang. Jadi tujuannya itu untuk pengkaderasasian dibentuk untuk lapisan yang bisa memimpin selanjutnya," ucap Mawar.

Kebanyakan dari siswa yang dibawa ke rumah pribadi JE adalah perempuan, meski ada laki - laki namun jumlahnya tak sebanyak siswa perempuan.

"Dibawa ke SBY ada tiga hari sampai lima hari apakah ada pembina lain kadang ada dan kadang hanya bersama dengan JE. Biasanya saat keberangkatan memang lebih banyak perempuan, tapi pasti ada laki-laki satu atau dua anak," beber Mawar kembali.

Sebagai informasi dugaan kekerasan seksual di SPI Kota Batu oleh pemilik sekolah berinisial JE mencuat setelah ada tiga korban yang melaporkan kasusnya ke Polda Jawa Timur. Para terduga korban yang didampingi oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mendatangi dan melaporkan ke Polda Jatim pada Sabtu 29 Mei 2021.

Dari hasil pendataan Komnas PA awal setidaknya ada 15 korban yang telah mengadu. Dari belasan korban itu, tiga korban dilanjutkan pada proses visum di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur pada 31 Mei 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini