Komnas PA Temukan Lagi Pelaku Kekerasan Seksual ke Siswa SPI, Total Ada 5 Orang

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 19 Juni 2021 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 519 2427828 komnas-pa-temukan-lagi-pelaku-kekerasan-seksual-ke-siswa-spi-total-ada-5-orang-XgsfY83FWb.JPG Komnas PA di Sekolah SPI (Foto: Okezone/Avirista)

KOTA BATU - Ada satu terduga pengelola sekolah berinisial SPI tambahan, yang diduga terlibat dalam pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang dilakukan kepada siswanya.

Dengan adanya tambahan satu orang pengelola berarti terdapat sebanyak 5 orang yang terindikasi mengetahui dan membiarkan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh JE, pemilik sekolah SPI.

Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Kota Batu Arist Merdeka Sirait mengatakan, kelima orang pengelola ini dari informasi yang disampaikan para korban. Saat ini kelimanya disebut masih aktif berada di lingkungan sekolah SPI.

"Di tanggal 3 Juni ada 4 pengelola yang sesungguhnya mengetahui persoalan ini tetap tidak berbuat, ada tambahan satu pengelola lagi, jadi totalnya lima orang pengelola kita laporkan ke Polda Jatim. Dua dari empat sudah diperiksa, tambahan kemarin 1 (orang pengelola) dari keterangan korban," ucap Arist Merdeka Sirait, saat memberikan keterangan ke media di Kota Batu, pada Sabtu (19/6/2021).

Baca Juga: Korban Dugaan Pencabulan di SPI Batu Bertambah Jadi 40 Orang

Disebutkan Arist, kelima pengelola ini mengetahui pelecehan seksual yang dilakukan oleh JE, pemilik sekolah SPI, namun membiarkannya. Bahkan kelimanya terindikasi juga turut melakukan kekerasan fisik kepada para siswa SPI, baik berjenis kelamin laki - laki dan perempuan.

"Dia bisa kena dua, karena mengetahui (kekerasan seksual yang dilakukan JE) dan ada yang turut melakukan kekerasan (fisik ke siswa SPI)," ucap Arist.

Selain itu kelima pengelola ini juga diduga turut melakukan eksploitasi ekonomi kepada para siswa SPI yang kala itu masih berstatuskan anak - anak.

"Pelaku disana yang melakukan eksploitasi ekonomi, dengan memperkejakan lebih dari tiga jam pada saat saksi korban ini masih berusia anak-anak," ujarnya.

Arist menambahkan, sesuai aturan dalam Undang - Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak total ada lima pengelola, di luar satu pemilik sekolah berinisial JE, yang bisa dijerat dengan tindakan hukum.

"Menurut UU 35 tahu 2014 itu berarti lima (orang pengelola) yang kita laporkan itu melakukan pembiaran dan ikut serta dalam kasus tersebut. Maka bisa dilakukan hukuman penjara selama lima tahun," tuturnya.

Jadi ada beberapa perkara yang bisa dikenakan ke 6 orang terduga dari pemilik SPI dan pengelola terkait pelanggaran dan kejahatan seksual kepada anak - anak.

"Yakin kejahatan seksual yang dilakukan oleh JE, lalu kekerasan fisik oleh lima pengelola yang mengetahui peristiwa sebelum dilaporkan oleh saksi korban kepada Polda Jatim," terang dia.

Pihaknya telah melaporkan adanya temuan terbaru ini ke penyidik Polda Jawa Timur untuk segera ditindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan.

"Lima orang itu masih aktif (berada di sekolah) dan kami sudah sampaikan agar lima orang itu segera diperiksa. Persoalan jika orang tersebut ternyata tidak disana lagi, bukan, domain kerja kita," tegas Arist.

Sebagai informasi dugaan kekerasan seksual di SPI Kota Batu oleh pemilik sekolah berinisial JE mencuat setelah ada tiga korban yang melaporkan kasusnya ke Polda Jawa Timur. Para terduga korban yang didampingi oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mendatangi dan melaporkan ke Polda Jatim pada Sabtu 29 Mei 2021.

Dari hasil pendataan Komnas PA awal setidaknya ada 15 korban yang telah mengadu. Dari belasan korban itu, tiga korban dilanjutkan pada proses visum di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur pada 31 Mei 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini