JAKARTA - Dalam kitab Negarakretagama dan buku karya Slamet Muljana 1979, Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya (Jakarta: Bhratara) diceritakan, Raden Wijaya adalah pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana (1293-1309 M).
Raden Wijaya adalah menantu Raja Singasari yang terakhir yakni Kertanegara (1268-1292). Ia juga senopati atau panglima perang di Kerajaan Singasari.
Baca juga: Raden Wijaya Hancurkan Tentara Mongol, Dikelabui Akan Diberi Putri Jawa
Nama asli Raden Wijaya adalah Sang Nararya Sanggramawijaya. Ayah Raden Wijaya adalah pangeran dari Kerajaan Sunda Galuh yang bernama Rakyan Jayadarma. Sedangkan ibundanya, Dyah Lembu Tal, adalah cucu Ken Arok, pendiri Kerajaan Singasari.
Rakyan Jayadarma tewas diracun musuhnya, sehingga Dyah Lembu Tal pulang ke Singhasari membawa serta Wijaya.
Menurut Pustaka" Rajya Rajya Bhumi Nusantara "dan naskah Wangsakerta, Raden Wijaya adalah putra pasangan Rakyan Jayadarma dan Dyah Lembu Tal.
Baca juga: Gayatri Rajapatni, Kisah Kecantikan Putri Majapahit Bagai Cleopatra
Ayahnya adalah putra Prabu Guru Darmasikas, raja kerajaan Sunda Galuh, sedangkan ibunya adalah putri Mahesa Campaka dari kerajaan Shinghasari. Raden Wijaya merupakan perpaduan darah Sunda dan Jawa.
Babad Tanah Jawi menyebut pendiri Kerajaan Majapahit bernama Jaka Sesuruh putra Prabu Sri Pamekas raja Pajajaran, yang juga terletak di kawasan Sunda. Jaka Sesuruh melarikan diri ke timur karena dikalahkan saudara tirinya yang bernama Siyung Wanara. Ia kemudian membangun kerajaan Majapahit dan berbalik menumpas Siyung Wanara.