Wanita Ini Diadili Usai Tembak Mati Pelaku Kekerasan Seksual

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 22 Juni 2021 07:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 18 2428841 wanita-ini-diadili-usai-tembak-mati-pelaku-kekerasan-seksual-qzu9ITOx2v.jpg Wanita ini mulai persidangan setelah menembak mati pria yang melakukan kekerasan seksual terhadap dirinya (Foto: AFP)

PRANCIS - Persidangan telah dimulai dalam kasus seorang wanita Prancis yang menembak mati seorang pria yang katanya telah melecehkan dirinya. Yakni ayah tirinya yang kemudian menjadi suaminya.

Valerie Bacot baru berusia 12 tahun ketika Daniel Polette mulai memperkosanya. Dia dipenjara tetapi kemudian kembali ke rumah keluarga dan diduga melanjutkan pelecehan seksual.

Dia menuduh Polette memaksanya untuk menikah dengannya dan menjadi ayah dari keempat anaknya.

Bacot, 40, mengaku membunuhnya pada tahun 2016 tetapi lebih dari 600.000 orang telah menandatangani petisi yang menyerukan pembebasannya.

Dia mengatakan dirinya menembak mati Polette selama pertemuan ketika dia diduga telah memaksanya untuk bekerja sebagai pelacur.

(Baca juga: China Gagal Penuhi Janji Cari Anak-anak yang Hilang)

Bacot menyembunyikan mayatnya dengan bantuan dua anaknya tetapi ditangkap pada Oktober 2017 dan mengakui pembunuhan itu.

Persidangan tersebut merupakan berita utama di Prancis dan telah memicu debat publik tentang kekerasan terhadap perempuan.

Pengacara Bacot mengatakan "kekerasan ekstrem yang dideritanya selama 25 tahun dan ketakutan bahwa putrinya akan menjadi yang berikutnya" telah mendorongnya untuk melakukan pembunuhan itu.

Bulan lalu, sebuah buku tentang kisah hidup dirinya dirilis. Di buku itu dia menulis jika dia "takut sepanjang waktu" dan "harus mengakhirinya".

(Baca juga: WHO: Vaksin Covid-19 Hampir Habis di Negara-Negara Miskin)

Bacot mengatakan Polette, yang 25 tahun lebih tua darinya, mulai melecehkannya secara seksual ketika dia baru berusia 12 tahun.

Dia menghabiskan dua setengah tahun di penjara karena penyerangan pada 1990-an, tetapi kemudian kembali ke rumah keluarga dan pertama kali membuatnya hamil pada usia 17 tahun.

Bacot mengatakan Polette menikahinya dan menjadi kasar secara fisik, kemudian memaksanya untuk melacurkan diri.

Dia mengaku menembaknya mati dengan pistolnya sendiri pada Maret 2016.

Jaksa akan berargumen bahwa pembunuhan itu telah direncanakan sebelumnya. Sedangkan pengacara mengatakan Bacot merasa dia harus membunuhnya untuk melindungi dirinya dan anak-anaknya.

"Wanita-wanita yang menjadi korban kekerasan ini tidak memiliki perlindungan," kata pengacara Janine Bonaggiunta kepada AFP. “Peradilan masih terlalu lambat, tidak cukup reaktif dan terlalu lunak terhadap para pelaku yang dapat terus menggunakan kekuatan kekerasannya,” lanjutnya.

"Inilah yang dapat mendorong seorang wanita yang putus asa untuk membunuh untuk bertahan hidup,” ujarnya.

Persidangan diadakan di Chalon-sur-Saône di Prancis tengah dan diperkirakan akan berlangsung sekitar satu minggu.

Kasus ini mirip dengan kasus wanita Prancis lainnya - Jacqueline Sauvage - yang dipenjara karena membunuh suaminya yang kejam tetapi kemudian menerima pengampunan Presiden.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini