Satu Keluarga di Deli Serdang Dianiaya 6 Pria Berbadan Tegap

Ahmad Ridwan Nasution, iNews · Kamis 24 Juni 2021 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 608 2430327 satu-keluarga-di-deli-serdang-dianiaya-6-pria-berbadan-tegap-bsSVdQgNKt.jpg Satu keluarga di Deli Serdang menjadi korban tindak kekerasan (Foto: Ist/Ahmad Ridwan Nasution)

DELISERDANG - Satu keluarga yang tinggal di lahan garapan di Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara menjadi korban kekerasan enam pria berbadan tegap. Kekerasan mengakibatkan dua anak pelaku yang masih di bawah umur mengalami luka di lengan dan seorang lagi trauma setelah ditodong benda diduga pistol.

Peristiwa berawal dari keributan antara anak tetangga korban inisial R dengan enam pria berbadan besar salah seorang di antaranya membawa benda mirip pistol pada Selasa 22 Juni 2021 lalu. Remaja berusia 18 tahun ini ditangkap oleh enam pria karena dituduh mencuri karton kardus senilai Rp35 ribu dari gudang teman para pria tersebut.

Baca Juga: Duh! Wanita Cantik Ini Diperlakukan Kasar oleh Mantan Calon Mertua

Mengetahui adanya keributan, Rudianto menanyakan perihal penangkap anak tetangganya tersebut. Namun, para pelaku malah marah dan mencekiknya. Anak -anak korban yang melihat ayahnya mendapat tindakan kekerasan berusaha merekam aksi para orang tak dikenal (OTK) dengan ponselnya.

Anak laki-laki korban yang merekam aksi para pelaku kemudian menjadi sasaran kemarahan. Mereka berusaha merebut ponsel anak korban dengan cara menodongkan benda mirip pistol.

Anak perempuan korban yang berusia 13 tahun pun mengalami luka dan terkilir di lengan kirinya akibat kekerasan tersebut.

"Kan dia bikin ramai, tanya ada apa, langsung dicekik," orangtua korban, Nani, Kamis (24/6/2021).

 Baca Juga: Wanita Ini Ditonjok dan Digigit Pacarnya Gegara Terbakar Cemburu

Kepada awak media istri korban, membenarkan peristiwa tersebut. Kasus kekerasan tersebut kini sudah dilaporkan korban ke Polsek Percut Sei Tuan. Korban dan keluarganya berharap polisi segera menangkap para pelaku kekerasan tersebut.

"Saya ditodong senjata, karena saya kan mau membantu bapak saya, langsung ditodong, diam disitu saya tembak kau," ujar Fiqih, korban.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini