Dalang Bom Bali 2002, Hambali Akan Hadapi Dakwaan Komite Militer AS pada 30 Agustus

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 29 Juni 2021 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 18 2432519 dalang-bom-bali-2002-hambali-akan-hadapi-dakwaan-komite-militer-as-pada-30-agustus-QNaR0Nlroj.jpg Tersangka dalang Bom Bali 2002, Hambali. (Foto: ICRC)

WASHINGTON Hambali, dalang serangan bom Oktober 2002 di Kuta, Bali dan ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, akan segera diadili pada 30 Agustus. Pria yang juga dikenal dengan nama Riduan Issamuddin itu akan menghadapi dakwaan resmi di depan komisi militer Amerika Serikat (AS) di Teluk Guantanamo.

Hambali ditangkap di Ayutthaya, Thailand, pada 14 Agustus 2003 dalam operasi gabungan AS-Thailand dan dipindahkan ke Guantanamo pada September 2006. Dia diyakini sebagai dalang dari serangan teror Jamaah Islamiyah (JI), kelompok militan yang terkait dengan Al Qaeda, termasuk bom Bali 2002 yang menewaskan 202 orang dan bom JW Marriot yang merenggut 11 nyawa.

BACA JUGA: Tersangka Bom Bali Hambali Diadili di AS, Kemenlu RI Harap Bisa Berikan Rasa Keadilan 

Diwartakan Straits Times, Hambali tidak secara resmi didakwa di AS dengan kejahatan apa pun hingga Januari tahun ini dan tetap dicari di Malaysia, Singapura, dan Filipina sehubungan dengan rencana serangan teror.

Dakwaan AS mencatumkan Hambali sebagai "Encep Nurjaman, juga dikenal sebagai Riduan bin Isomudin, alias HAMBALI".

Selain Hambali, dua orang lainnya Mohammed Nazir Lep, alias Lillie, dan Mohammed Farik Amin, juga dikenal sebagai Zubair juga akan disidangkan oleh Komisi Militer AS. Lampiran menyediakan daftar panjang alias lain dari ketiganya.

BACA JUGA: Pentagon Akan Lanjutkan Persidangan Tersangka Bom Bali

Lembar dakwaan tertanggal April 2019 menjabarkan, dengan detail yang mengerikan, perencanaan oleh ketiganya sebagai "pelaku utama, sebagai rekan konspirator, dan sebagai peserta" serangan di Bali dan Jakarta, dan serangkaian rencana lain untuk serangan terhadap Amerika Serikat dan kepentingan Amerika, termasuk gagasan menyerang prajurit Amerika dan menenggelamkan kapal perang Amerika di Singapura.

Ketiganya diklasifikasikan sebagai "musuh asing yang tidak memiliki hak istimewa".

Ketiganya diadili pada 30 Agustus karena "pelanggaran yang dapat diadili oleh komisi militer, termasuk pembunuhan yang melanggar hukum perang, percobaan pembunuhan yang melanggar hukum perang, dengan sengaja menyebabkan cedera tubuh yang serius, terorisme, menyerang warga sipil, menyerang objek sipil. , dan perusakan harta benda yang melanggar hukum perang".

Pengacara pembela yang ditunjuk oleh militer akan berbicara dalam pembelaan mereka. Salah satu poin utama yang akan mereka sampaikan adalah bahwa Hambali disiksa dalam tahanan.

Selain itu, lembar dakwaan menyatakan bahwa "Dari pada atau sekitar Agustus 1996 hingga pada atau sekitar Agustus 2003, di beberapa lokasi di atau sekitar Afghanistan, Asia Tenggara dan tempat lain, ketiganya secara sadar bersekongkol dan setuju dengan... Usama bin Laden, Khalid Shaikh Mohammad, Abu Ba'aysir, Abdullah Sungkar dan lain-lain, yang dikenal dan tidak dikenal".

Militan Pakistan Khalid Shaikh Mohammad dituduh mendalangi serangan 11 September 2001 di AS dan juga ditahan di penjara Teluk Guantanamo atas tuduhan terkait terorisme.

Saat peringatan 20 tahun serangan 11 September mendekat, Khalid Shaikh Mohammad mungkin juga akhirnya akan menjalani persidangan formal yang telah lama tertunda. Pada musim panas 2019, seorang hakim militer menetapkan tanggal persidangan pada Januari 2021, tetapi di tengah pandemi Covid-19, persidangan itu kembali ditunda dan Tanggal baru belum ditetapkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini