Didiskualifikasi dari Pilkada Yalimo, Cawabup Jhon Wilil Nilai Putusan MK Konyol

Omega Batkorumbawa, iNews · Selasa 29 Juni 2021 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 340 2432794 didiskualifikasi-dari-pilkada-yalimo-cawabup-jhon-wilil-nilai-putusan-mk-konyol-QkFInB1Xtr.jpg Pasangan Erdi Dabi-John Wilil didiskualifikasi MK. (iNews)

JAYAPURA -  Calon Wakil Bupati (Cawabup) Yalimo, John Wilil, yang merupakan pasangan Erdi Dabi pada Pilkada Yalimo menilai Mahkamah Konstitusi (MK) salah kamar terkait putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan rivalnya, Lakius Peyon-Nahum Mabel.

Melalui selular, Selasa (29/06/2021) sore, John Wilil menyebut Keputusan MK hari ini bukan menyangkut pelanggatan Pilkada, tetapi kepada pidana.

“MK bukan urus pidana, tapi urus perkara. Apalagi pasangan saya (Erdi Dabi) sudah diputuskan bebas dari tuntutan hukum bahkan sudah menjalani penahanan selama 4 bulan,” kata John.

John pun menyebut, MK terlalu konyol melihat masalah tersebut hingga akhirnya membuat masalah baru yakni pertikaian dan perang suku antar masyarakat di Kabupaten Yalimo.

“Kamis, saya akan ketermu Wakil Presiden di Jakarta,” ujarnya.

Terkait sikap penolakan kelompok pendukungnya yang berimbas pada pembakaran sejumlah fasilitas pemerintahan, menurut John dirinya tidak bisa menahan emosi massa.

“Saya sebenarnya sudah menahan masyarakat, tapi kemarahan masyarakat sangat besar, sebab sudah dua kali menang mutlak, tapi selalu dipermasalahkan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pada Selasa (29/06/2021) sore, sekelompok masyarakat pendukung Erdi Dabi-John Wilil membakar sejumlah fasilitas umum.

Baca Juga : MK Diskualifikasi Paslon di Pilkada Yalimo, Massa Bakar Sejumlah Fasilitas Umum

Kantor KPU, Bawaslu, Dinas Kesehatan, Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK), Bank Papua, Kantor Dinas Perhubungan dan sejumlah kios milik masyarakat jadi sasaran luapan kekecewaan massa. Tak hanya itu, massa menutup sejumlah akses jalan masuk ke Elelim.

“Saya sudah sampaikan itu di grup Whats App Info Papua, Pak Kapolda jangan terlalu gegabah turunkan pasukan di sana, itu pelampiasan emosi. Saya bisa kontrol,” kata John melalui selularnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini