BPIP berharap, literasi dan perpustakaan akan mendorong lebih banyak Wargabinaan yang Pancasilais karena memiliki kemampuan berintegrasi sosial yang semakin baik.
"Saya acungkan dua jempol untuk Pimpinan Kemenkumham Kaltim dan jajaran Lapas Samarinda atas inovasi Perpustakaan Pancasila. Semoga inisiatif perpustakaan bisa menggelinding menjadi gerakan nasional yang bisa ditiru oleh Lapas lain di seluruh Indonesia," ucap Akbar.

Peresmian Perpustakaan Pancasila. (Foto: Dok.BPIP)
Langkah BPIP tersebut disambut antusias oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur, Sofyan. Ini selaras dengan perwujudan visi-misi kebangsaan Presiden Jokowi via Kemenkumham.
"Kunci utama adalah kolaborasi. Menyingkirkan ego sektoral, antara kementerian dan lembaga negara," ujar Sofyan.
Dia khawatir dengan situasi bangsa saat ini. Di mana mulai terkikis ekspansi budaya asing yang negatif. Pancasila harga mati, wawasan kebangsaan perlu disegarkan.
"Saya ingat betul waktu dididik BP7 (Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Saya juga ingat waktu ikut menyeleksi CPNS. Pada lupa sila-sila Pancasila, ingatnya lagu-lagu Barat. Semoga ide Perpustakaan Pancasila perdana ini bisa masif dan berguna. Bukan hanya di lingkungan kami, juga masyarakat," ucapnya.

Peresmian Perpustakaan Pancasila. (Foto: Dok.BPIP)