Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jelang HUT Ke-75 Polri, Ini Sejumlah Catatan yang Perlu Dihadapi

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 30 Juni 2021 |15:22 WIB
Jelang HUT Ke-75 Polri, Ini Sejumlah Catatan yang Perlu Dihadapi
Ilustrasi (Foto : Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Pengamat Militer & Intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, memandang, masalah yang dihadapi Polri jelang HUT Ke-75, semakin berat di tengah pandemi Covid-19.

"Saya ucapkan Dirgahayu Polri ke-75. Pada masa Pandemi Covid-19 ini tugas Polri semakin kompleks dan banyak variannya. Kini Polri bukan lagi hanya menangani kriminalitas, kejahatan jalanan, kejahatan kerah putih, Radikalisme sampai masalah Narkoba, tetapi sebagai anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Polri memiliki sejumlah tugas tambahan," ujar Nuning, sapaan karibnya, dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (30/6/2021).

Sebagai langkah preemtif, kata Nuning, polisi bertugas memetakan wilayah yang rawan penyebaran virus corona.

"Polisi juga harus masif memberikan imbauan kepada masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan. Sedangkan langkah preventif, polisi melakukan patroli di wilayah yang rawan penyebaran virus Covid 19 turut melakukan pengawasan, juga membantu Pemda seperti menyemprot tempat publik dengan cairan disinfektan," tuturnya.

Selain itu, juga ikut serta mengukur suhu tubuh bersama dengan institusi terkait lainnya, mengatur lalu lintas dan terapkan larangan mudik sebgaimana telah disampaikan Presiden meminta Polri dan TNI untuk memastikan kebijakan larangan mudik berjalan efektif.

"Tentu saja semua itu butuh kepiawaian improvisasi Satker di lapangan. Dibutuhkan kemampuan anggota Polri untuk turut mengatasi masalah yang timbul dari ketidak patuhan masyarakat, pemahaman komunikasi antar budaya masyarakat penting sekali agar tidak timbul kegaduhan," ujarnya.

Baca Juga : Kisah Pilu Bocah 7 Tahun Merawat Ibunya yang Alami Gangguan Jiwa Seorang Diri

Dalam melaksanakan tugasnya, kata Nuning, Polri harus lakukan koordinasi dengan BIN dan TNI. Utamannya BIK Polri dalam terapkan kebijakan intelijennya serta merta harus berkoordinasi dengan BIN, apalagi dalam situasi Covid 19 kini kinerja BIN banyak melakukan hal yang bermanfaat dalam tangani Covid 19.

Polri, saat ini harus inovatif dengan mengembangkan SDM anggotanya agar memiliki pengetahuan luas baik secara akademik maupun praktek lapangan. Polisi dituntut harus sigap dan tanggap hadapi perkembangan ancaman baru.

"Terorisme memiliki perkembangan methoda dalam menggerakan aksinya. Saat ini kelompok intoleran memiliki methoda penyebaran ajarannya dengan cara 'enabling environment' alias kondisi yang memungkinkan bagi jaringan tersebut untuk tetap ada dan berkembang," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement