Share

Aktivis Palestina Tewas Usai Dipukuli dan Ditangkap Secara Brutal, Tuai Kecaman

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 01 Juli 2021 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 18 2433684 aktivis-palestina-tewas-usai-dipukuli-dan-ditangkap-secara-brutal-tuai-kecaman-HpZjf1zQHo.jpg Aktivis Palestina Nizar Banat tewas dipukuli secara brutal saat ditangkap (Foto: CNN)

YERUSALEM - Seorang kritikus dan aktivis Palestina terkenal dari Otoritas Palestina (PA) dilaporkan meninggal saat ditangkap polisi di Hebron, memicu kecaman  dari tokoh-tokoh terkemuka di Tepi Barat dan sekitarnya.

Keluarga Nizar Banat mengatakan 20 tentara Palestina bersenjata menyerbu rumah keluarga di Hebron pada pukul 03:30 pagi pada Kamis (1/7) . Mereka secara brutal memukuli dan menangkapnya.

Dalam sebuah pernyataan, Gubernur PA Hebron Jibrin Al Bakri mengkonfirmasi Banat telah meninggal selama operasi untuk menangkapnya. “Saat ditangkap kesehatannya menurun, dan langsung dibawa ke RS Hebron dan setelah diperiksa oleh dokter ternyata warga tersebut sudah meninggal dunia,” terangnya.

Banat, 45, seorang tukang kayu, telah menjadi penentang keras PA selama bertahun-tahun, menuduhnya berulang kali melakukan korupsi. Dalam posting Facebook terbarunya, dia mengecam Perdana Menteri PA Mohammed Shtayyeh atas kesepakatan pertukaran yang gagal dengan Israel yang akan menyebabkan setidaknya satu juta vaksin Pfizer ditransfer ke PA.

(Baca juga: Miliarder Ini Janji Bangun Jembatan Layang yang Runtuh yang Tewaskan 26 Orang, Secara Gratis)

Pada November tahun lalu, Banat menghabiskan beberapa hari di tahanan PA setelah dia memposting video di media sosial (medsos) yang mengungkapkan kritik tajam terhadap para pemimpin PA. Dia telah ditangkap di bawah undang-undang kejahatan dunia maya PA, yang disahkan pada 2017, yang menurut kelompok hak asasi manusia (HAM) menempatkan pembatasan ketat pada kebebasan berekspresi online.

"Kami takut dibunuh oleh pasukan keamanan Palestina yang melanggar hukum. Jelas ada keputusan untuk menyingkirkan oposisi. dan aktivis dengan harga berapa pun,” terang Issa Amro, seorang kritikus Palestina terkemuka dari PA, dan juga dari Hebron, kepada CNN.

(Baca juga: Wanita yang Sebabkan Kecelakaan Tour de France Ditangkap, Terancam Penjara dan Denda Rp508 Juta)

Amro, yang baru-baru ini bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Anthony Blinken di Ramallah, ditangkap dua hari lalu oleh pasukan PA setelah mengkritik para pemimpin PA di medsos.

Mantan anggota Komite Eksekutif Nasional Organisasi Pembebasan Palestina Hanan Ashrawi menyebut kematian Banat sebagai "perkembangan berbahaya," dan memperingatkan meningkatnya ancaman terhadap masyarakat sipil Palestina.

"Memburuknya kondisi tidak terkendali selama beberapa waktu .... Akuntabilitas sangat penting," tulis Ashrawi di Twitter.

Kantor perwakilan Uni Eropa untuk Palestina mengatakan "terkejut dan sedih" dengan berita kematian Banat dan menyerukan segera dilakukan "penyelidikan independen dan transparan sepenuhnya."

Awal tahun ini, Banat telah membentuk partai Kebebasan dan Martabat untuk mengikuti pemilihan parlemen PA, yang akan diadakan bulan lalu sebelum akhirnya dibatalkan Presiden PA Mahmoud Abbas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini