Pandemi yang melanda sejak Maret 2020 juga berimbas pada dunia pelayaran. Karena beberapa perbatasan negara ditutup, mereka memutuskan untuk berlayar di perairan Norwegia saja, dimana kapal itu terdaftar. Pilihan ini juga dirasa pas karena perairan dan pulau-pulaunya lebih sepi.
Dan di salah satu pantai Norwegia inilah Ika berkenalan dengan organisasi nirlaba “In the Same Boat,” yang bertujuan membersihkan limbah plastik dari pulau-pulau dan pantai-pantai di Norwegia.
“Kita berlayar dari garis pantai ke garis pantai lain untuk bersihin sampah, karena di banyak area di Norwegia, apalagi di pulau-pulau terluar tidak ada transportasi darat yang bisa menjangkau, satu-satunya cara pakai kapal,” ujar Ika yang bergabung dengan LSM tersebut sejak Agustus 2020.
Bersama para relawan yang berdatangan dari seluruh dunia, ia naik kapal, membawa peralatan, mendatangi pulau dan pantai, untuk mengumpulkan sampah-sampah plastik seperti botol, jaring dan benda lain. Dia pernah membantu mengumpulkan 1.7 ton plastik hanya dalam dua hari di sekitar Tromso. Limbah itu dibawa ke Pelabuhan utama untuk didaur ulang.
Kehadirannya dalam kelompok itu disambut baik oleh salah seorang pendiri “In the Same Boat,” Rolf-Organ Hogset.
“Dia pekerja keras. Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, tidak hanya dengan membersihkan pantai, tapi membantu dengan hal-hal lain juga. Dan dia pintar memasak masakan Asia,” ujarnya dari Vega kepada VOA.
Bagi Ika dan suami, Oyvind, ini merupakan aktivitas yang produktif dan aman di tengah pembatasan terkait pandemi virus corona. “Ini kegiatan yang sangat berarti, daripada tidak ngapa-ngapain,” ujar Oyvind yang kini sedang menikmati masa pensiun setelah puluhan tahun menerbangkan pesawat jet militer dan komersial.