Pembunuh Presiden Haiti Menyamar Sebagai Agen Dinas Anti-Narkoba AS

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 08 Juli 2021 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 18 2437359 pembunuh-presiden-haiti-menyamar-sebagai-agen-dinas-anti-narkoba-as-A5t3PpdsCv.JPG Petugas kepolisian Haiti berjaga di dekat kediaman Presiden Jovenel Moise yang dibunuh oleh orang-orang bersenjata di Port Au Prince, Haiti, 7 Juli 2021. (Foto: Reuters)

PORT AU PRINCE – Presiden Haiti Jovenel Moise dibunuh oleh sekelompok orang tak dikenal di rumahnya di Ibu Kota Port Au Prince pada Rabu (7/7/2021). Pembunuhan Moise semakin menjerumuskan Haiti ke dalam kekacauan setelah berbulan-bulan dilanda kekerasan.

Presiden Haiti Jovenel Moise ditembak mati oleh orang-orang bersenjata dengan senjata kaliber berat di kediaman pribadinya pada Rabu malam, memicu kecaman internasional di tengah kekhawatiran akan terjadinya kekacauan di negara Karibia yang miskin itu.

BACA JUGA: Presiden Haiti Tewas Dibunuh di Rumahnya, Istrinya Tertembak 

Duta Besar Haiti untuk Amerika Serikat (AS), Bocchit Edmond dalam sebuah wawancara dengan Reuters mengatakan bahwa para pembunuh menyamar sebagai agen badan anti narkotika Amerika Serikat (Drug Enforcement Administration/DEA). Mereka memanfaatkan kegelapan malam untuk masuk ke rumah Moise.

Sementara Perdana Menteri Haiti Claude Joseph mengatakan bahwa para pelaku berbicara bahasa Inggris dan Spanyol, yang jarang digunakan di Haiti di mana mayoritas warga berbicara bahasa Prancis atau Kreol Haiti.

BACA JUGA: Presiden Dibunuh, Polisi Haiti Baku Tembak dengan Pelaku, Tewaskan 4 Orang

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price mengatakan bahwa laporan yang menyebutkan bahwa pelaku pembunuhan Moise adalah agen DEA adalah laporan yang “benar-benar salah”. Dia meminta otoritas Haiti untuk mengadili semua pihak yang bertanggung jawab dan menyatakan AS siap memberikan bantuan jika diminta.

Price mengatakan sejauh ini belum ada permintaan resmi dari pemerintah Haiti terkait masalah tersebut.

"Kami berharap akan menerima permintaan resmi. Kami siap menerimanya. Tapi, untuk saat ini, saya tidak dalam posisi untuk mengonfirmasi bahwa kami telah menerima permintaan resmi," kata Price sebagaimana dilansir Reuters.

Pasukan keamanan Haiti berhasil menewaskan empat orang dan menahan dua lainnya setelah terlibat baku tembak dengan para terduga pelaku pembunuhan Moise. Dalam keterangannya Direktur Jenderal Kepolisian Haiti Leon Charles menyebut para pelaku sebagai “tentara bayaran”.

Haiti, sebuah negara berpenduduk sekitar 11 juta orang, telah berjuang untuk mencapai stabilitas sejak jatuhnya kediktatoran dinasti Duvalier pada 1986. Negara miskin itu telah bergulat dengan serangkaian kudeta dan intervensi asing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini