Share

Presiden Dibunuh, Polisi Haiti Baku Tembak dengan Pelaku, Tewaskan 4 Orang

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 08 Juli 2021 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 18 2437339 presiden-dibunuh-polisi-haiti-baku-tembak-dengan-pelaku-tewaskan-4-orang-FQuLvcNezk.JPG Foto: Reuters.

PORT AU PRINCE - Pasukan keamanan Haiti pada Rabu (7/7/2021) terlibat baku tembak sengit dengan kelompok bersenjata yang membunuh Presiden Jovenel Moise di rumahnya. Pembunuhan Moise semakin menjerumuskan Haiti, yang telah dilanda kekerasan, dalam kekacauan.

Direktur Jenderal Kepolisian Haiti Leon Charles pada Rabu malam mengatakan petugas telah membunuh empat “tentara bayaran” dan menangkap dua orang lagi, yang terlibat dalam pembunuhan Presiden Moise. Dia menambahkan bahwa pasukan keamanan tidak akan beristirahat sampai kelompok itu ditangani semua.

BACA JUGA: Presiden Haiti Tewas Dibunuh di Rumahnya, Istrinya Tertembak 

"Kami memblokir mereka dalam perjalanan saat mereka meninggalkan TKP," katanya sebagaimana dilansir Reuters. "Sejak itu, kami bertempur dengan mereka."

"Mereka akan dibunuh atau ditangkap."

Moise, seorang mantan pengusaha berusia 53 tahun yang menjabat pada 2017, ditembak mati, sementara istrinya Martine Moise, terluka parah ketika pembunuh bersenjata berat menyerbu rumah pasangan itu di perbukitan di atas Port-au-Prince sekitar pukul 1 pagi waktu setempat.

BACA JUGA: AS Kutuk Gelombang Kekerasan dan Pelanggaran HAM di Haiti

Duta Besar Haiti untuk Amerika Serikat (AS), Bocchit Edmond, mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara bahwa orang-orang bersenjata itu menyamar sebagai agen Administrasi Penegakan Narkoba AS (DEA) ketika mereka memasuki kediaman Moise. Para penyerang menyelinap dengan memanfaatkan kegelapan malam.

Pembunuhan itu, yang menuai kecaman dari Washington dan negara-negara tetangga Amerika Latin, terjadi di tengah kerusuhan politik, gelombang kekerasan geng, dan krisis kemanusiaan yang berkembang di negara termiskin di Amerika itu.

Perdana Menteri sementara Haiti Claue Joseph mengatakan bahwa orang-orang bersenjata itu berbicara bahasa Inggris dan Spanyol. Ini merupakan hal yang tidak biasa di Haiti di mana mayoritas warga berbicara bahasa Prancis atau Kreol Haiti.

"Saya menyerukan ketenangan. Semuanya terkendali," kata Joseph di televisi bersama Direktur Jenderal Polisi Charles. "Tindakan barbar ini tidak akan dibiarkan begitu saja".

Ibu negara telah diterbangkan ke Florida untuk perawatan di mana dia dalam kondisi stabil, kata Joseph.

Haiti, sebuah negara berpenduduk sekitar 11 juta orang, telah berjuang untuk mencapai stabilitas sejak jatuhnya kediktatoran dinasti Duvalier pada 1986. Negara miskin itu telah bergulat dengan serangkaian kudeta dan intervensi asing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini