Taliban Peringatkan Turki, Anggap Penjajah jika Tak Hengkang

Agregasi VOA, · Rabu 14 Juli 2021 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 18 2440510 taliban-ancam-kobarkan-jihad-jika-pasukan-turki-tetap-di-afghanistan-VO5Asa4yuI.jpg Pasukan Turki yang bertugas di Kabul, Afghanistan (Foto: AP via VOA)

AFGHANISTANTaliban pada Selasa (13/7) memperingatkan jika Turki memperluas kehadiran militernya di Afghanistan, kelompok Islamis itu akan menganggap pasukan Turki sebagai “penjajah”. Taliban juga akan mengobarkan “jihad” terhadap mereka.

Peringatan itu disampaikan di tengah adanya gerakan medan tempur baru yang menurut para kritikus menunjukkan bahwa Taliban sedang merencanakan pengambilalihan secara militer atas Afghanistan, yang merupakan pengingkaran janji perdamaian yang telah mereka sepakati, dan meningkatkan prospek terjadinya perang saudara besar-besaran.

Amerika Serikat (AS) telah meminta Turki untuk mengamankan bandara Kabul setelah semua pasukan Amerika dan NATO ditarik dari negara itu pada akhir bulan depan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Jumat (9/7) tanpa merinci bahwa dia telah setuju dengan Washington mengenai “ruang lingkup” terkait bagaimana mengamankan dan mengelola bandara itu.

(Baca juga: Kisah Anak Indonesia Terima Warisan Rp8 Miliar dari Ayah di Inggris)

Taliban mengutuk kesepakatan itu sebagai “tercela” dan menuntut Turki meninjau kembali keputusannya.

“Kami menganggap tetap hadirnya pasukan asing di tanah air kami oleh negara mana pun dengan dalih apa pun sebagai pendudukan. Perpanjangan pendudukan akan membangkitkan emosi kebencian dan permusuhan di dalam negara kami terhadap para pejabat Turki dan akan merusak hubungan bilateral,” demikian bunyi pernyataan Taliban.

(Baca juga: India Terancam Covid-19 Gelombang Ketiga Usai Warga Berbondong-bondong Penuhi Tempat Wisata)

Keamanan dan kelancaran operasi bandara internasional Hamid Karzai di ibukota Afghanistan sangat penting untuk menjaga misi-misi diplomatik dan organisasi-organisasi asing yang beroperasi di Kabul, di mana ledakan bom Selasa (13/7) menewaskan sedikitnya empat orang.

Ratusan tentara Amerika diperkirakan akan tinggal di ibu kota Afghanistan itu untuk menjaga kompleks kedutaan besar AS di sana. Pasukan Taliban secara dramatis memperluas kontrol teritorial mereka di Afghanistan dengan menguasai sejumlah distrik tanpa perlawanan sejak pasukan AS secara resmi mulai menarik diri dari negara itu pada awal Mei lalu.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini