Taliban Kibarkan Bendera di Perbatasan, Klaim Kuasai Wilayah

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 15 Juli 2021 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 18 2441123 taliban-kibarkan-bendera-di-perbatasan-afghanistan-pakistan-klaim-kuasai-wilayah-G9Qg46EFwd.jpg Taliban kibarkan bendera di pos perbatasan Afghanistan-Pakistan (Foto: Twitter)

AFGHANISTAN - Taliban dilaporkan telah mengibarkan bendera mereka di atas sebuah pos perbatasan utama antara Afghanistan dan Pakistan, dan mengklaim wilayah itu sekarang di bawah kendali mereka.

Video yang dibagikan di media sosial (medsos) menunjukkan bendera putih berkibar di atas persimpangan Spin Boldak dekat Kandahar.

Para pejabat Afghanistan telah membantah pos itu telah jatuh ke tangan Taliban, meskipun gambar-gambar di medsos menunjukkan para militan mengobrol dengan penjaga perbatasan Pakistan.

BBC telah diberitahu bahwa Taliban mengambil penyeberangan perbatasan tanpa perlawanan.

Dalam beberapa pekan terakhir, para militan telah membuat kemajuan pesat di seluruh negeri, merebut serangkaian pos perbatasan dari pasukan Afghanistan, termasuk penyeberangan dengan Iran, Tajikistan dan Turkmenistan.

(Baca juga: Covid-19 Melonjak di Tempat Karoke, Klaster Virus Terbaru)

Itu terjadi saat Amerika Serikat (AS) menarik pasukannya dari Afghanistan menjelang tenggat waktu 11 September yang ditetapkan Presiden Joe Biden.

Taliban - milisi Islam fundamentalis yang didorong keluar dari kekuasaan oleh invasi AS hampir 20 tahun lalu - juga telah menguasai sejumlah jalan utama saat mereka berusaha untuk memutuskan rute pasokan ke kota-kota besar.

Pos perbatasan, yang membagi kota Spin Boldak di Afghanistan di provinsi Kandahar di satu sisi dan kota Chaman di Pakistan di sisi lain, adalah penyeberangan tersibuk kedua di antara negara-negara tersebut. Ini menghubungkan kota Kandahar ke pelabuhan Pakistan, dan melihat sekitar 900 truk melewati setiap hari.

(Baca juga: FBI Dituding Gagal Selidiki Kasus Pelecahan Seksual terhadap Pesenam Anak)

Menurut koresponden BBC Lyse Doucet, penyeberangan itu akan menjadi hadiah utama - secara simbolis dan strategis - jika Taliban terus mempertahankannya.

Ini akan memberi mereka pendapatan bea cukai yang signifikan dari perdagangan yang mengalir bolak-balik dan akan memberikan akses langsung ke daerah-daerah di Pakistan, tempat para pemimpin dan pejuang Taliban diketahui telah bermarkas selama bertahun-tahun.

BBC belum dapat memverifikasi laporan secara independen tetapi para pejabat Pakistan mengkonfirmasi Taliban telah mengambil alih pos tersebut. Wartawan dan masyarakat telah diberitahu untuk tidak mendekati perbatasan dari sisi Pakistan, dan ada pertemuan keamanan mendesak yang sedang berlangsung di sana.

Penduduk setempat juga mengatakan Taliban - yang berjanji kepada penduduk dan pedagang bahwa "keamanan mereka dijamin" dalam sebuah pernyataan sebelumnya pada Rabu (14/7) - berada di kota Afghanistan.

Seorang pemilik toko mengatakan kepada AFP bahwa para gerilyawan dapat terlihat di "pasar, di markas polisi dan daerah pabean," sementara pertempuran terdengar terjadi di dekatnya.

Namun juru bicara kementerian dalam negeri Afghanistan Tareq Arian sebelumnya bersikeras kepada AFP bahwa sementara ada "beberapa gerakan di dekat perbatasan, namun pasukan keamanan telah menangkis serangan itu".

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah berjanji kepada warga sipil pada Selasa (13/7) jika "tulang punggung Taliban akan dipatahkan", dan wilayah yang hilang akan dimenangkan kembali.

Tetapi pasukannya telah berjuang untuk menghentikan kemajuan Taliban melalui negara itu, yang telah dipercepat sejak kesepakatan 2020 dibuat dengan pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump.

Di bawah ketentuan kesepakatan itu, AS dan sekutu NATO-nya setuju untuk menarik semua pasukan sebagai imbalan atas komitmen militan untuk tidak mengizinkan kelompok ekstremis beroperasi di daerah yang mereka kuasai.

Namun Taliban tidak setuju untuk berhenti memerangi pasukan Afghanistan. Para gerilyawan sekarang sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan - sesuatu yang sebelumnya mereka tolak - tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan serangan mereka, dengan pembicaraan yang hampir tidak berjalan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini