Bersitegang dengan China, Angkatan Udara AS Akan Kirim Puluhan Jet Tempur F-22 ke Pasifik

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 16 Juli 2021 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 18 2441803 angkatan-udara-as-akan-kirim-puluhan-jet-tempur-f-22-ke-pasifik-terkait-ketegangan-dengan-china-dIc8edrpzu.jpg Angkatan Udara AS akan kirimkan puluhan pesawat tempur ke Pasifik (Foto: CNN)

Karena kemampuannya untuk menghindari deteksi radar, F-22 diharapkan menjadi salah satu senjata pertama yang digunakan dalam konflik apa pun, yang bertugas menghancurkan pertahanan udara musuh di antara misi lainnya.

"AS secara aktif mempraktikkan pengerahan yang akan dilakukan jika ada krisis besar atau perang. AS menanggapi China dengan sangat serius dan sedang mengembangkan postur kekuatannya dan melatih pasukannya untuk dapat dengan cepat pindah ke posisinya," kata Peter Layton, mantan perwira angkatan udara Australia yang sekarang menjadi analis di Griffith Asia Institute.

Untuk Operasi Pacific Iron, 10 pesawat tempur F-15 Strike Eagle dari Pangkalan Angkatan Udara Mountain Home di Idaho dan dua pesawat angkut C-130J Hercules dari Pangkalan Udara Yokota di Jepang akan bergabung dengan F-22 untuk mengisi armada udara. Menurut pernyataan Angkatan Udara Pasifik, Angkata Udara AS menyebut ini operasi Agile Combat Employment, juga disebut sebagai operasi penyebaran tempur.

Latihan itu untuk mendukung Strategi Pertahanan Nasional 2018, "yang menyerukan militer untuk menjadi kekuatan yang lebih mematikan, adaptif, dan tangguh," kata pernyataan itu.

Agile Combat Employment dirancang untuk menyebarkan pesawat tempur AS dan aset perang lainnya di antara lapangan udara di seluruh wilayah untuk meningkatkan kemampuan bertahan mereka dari serangan rudal musuh.

Misalnya, sebagian besar kekuatan udara tempur AS di Pasifik barat terkonsentrasi pada instalasi militer besar seperti Pangkalan Udara Kadena di Okinawa atau Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam. Serangan di pangkalan-pangkalan itu dapat melumpuhkan kemampuan militer AS untuk membalas musuh jika terlalu banyak kekuatan udara AS terkonsentrasi di sana.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini