Tragis! Anak Gantung Diri di Sebelah Jenazah Ibunya

Solopos.com, · Minggu 18 Juli 2021 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 18 512 2442415 tragis-anak-gantung-diri-di-sebelah-jenazah-ibunya-y5Oyx5oWfs.jpg Ilustrasi gantung diri (Foto: Shutterstock)

KARANGANYAR – M, 21, warga Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar ditemukan dalam kondisi meninggal gantung diri di sebelah jenazah ibunya Sabtu (17/7). Berdasarkan kesaksian keluarga korban, M memutuskan mengakhiri hidupnya karena merasa depresi setelah mengetahui ibunya meninggal.

Berdasarkan laporan Polsek Gondangrejo, ibu dari M berinisial T, 60, diketahui meninggal dunia di kasur lantai dengan posisi terbaring dan T dalam posisi tergantung menggunakan kain sprei yang diikatkan ke plafon baja. Berdasarkan kesaksian keluarga, sang ibunda, T, diketahui mengidap penyakit kanker payudara dan diabetes akut.

Kapolsek Gondangrejo, Iptu S. Widiatmoko, mengatakan sebelum ditemukan gantung diri, M mendatangi kakaknya yang bernama Setiawan di Solo sekitar pukul 07.00 WIB. M mendatangi kakaknya untuk memberitahukan kabar meninggalnya sang ibu. Namun, ketika kakaknya tersebut menyusul ke rumah duka, M, justru juga ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

“Setelah diberitahu kabar meninggalnya ibunya, M pulang ke rumahnya lebih dulu. Sekitar pukul 07.45 WIB, kakaknya menemukan adiknya sudah gantung diri di dekat jenazah ibunya,” terangnya.

(Baca juga: Satu Keluarga Meninggal Dunia saat Jalani Isoman Covid-19)

Mengetahui hal tersebut, Setiawan langsung melaporkan peristiwa itu kepada ketua RT setempat untuk membantu melapor ke Polsek Gondangrejo. Setelah menerima laporan, anggota Polsek Gondangrejo langsung menuju lokasi bersama Inafis Polres Karanganyar, Petugas Puskesmas Gondangrejo, dan sukarelawan.

Menurut Kapolsek, berdasarkan hasil fisum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. Setelah melakukan fisum luar, kedua jenazah kemudian dilanjutkan dikebumikan.

“Kalau berdasarkan informasi yang masuk ke kami alasan bunuh diri korban karena depresi. Soalnya, kedua korban hanya tinggal berdua sedangkan ayahnya atau suami sudah lama meninggal dunia. Kami tidak melakukan autopsi karena pihak keluarga meminta untuk tidak melakukannya dan menandatangani surat pernyataan,” ungkapnya.

(Baca juga: Rektor UNS Dorong Mitigasi Pandemi Covid-19 Berbasis Komunitas)

Bunuh diri bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah kehidupan. Hidup hanya sekali, sayangi nyawamu. Jika Anda atau orang di sekitar Anda menunjukkan gelagat depresi dan ingin bunuh diri segera hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Berikut lima rumah sakit juga disiagakan Kementerian Kesehatan untuk melayani panggilan telepon konseling pencegahan bunuh diri:

1. RSJ Amino Gondohutomo Semarang (024) 6722565

2. RSJ Marzoeki Mahdi Bogor (0251) 8324024, 8324025, 8320467

3. RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta (021) 5682841

4. RSJ Prof Dr Soerojo Magelang (0293) 363601

5. RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang (0341) 423444

Ada pula nomor hotline Halo Kemenkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini