Penuh, RSUD Wangaya Tutup Pelayanan Pasien Covid-19

Indira Arri, RCTI · Kamis 22 Juli 2021 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 244 2444164 penuh-rsud-wangaya-tutup-pelayanan-pasien-covid-19-dVjSZwO4gn.jpg Pasien di RSUD Wangaya Denpasar, Bali (Foto: Indira Arri)

DENPASAR - Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Wangaya, Denpasar, Bali saat ini sudah mencapai 100 persen. Pihak rumah sakit terpaksa menutup layanan IGD yang sebelumnya telah dimaksimalkan kapasitasnya. 

Tingginya angka penambahan kasus positif Covid-19 di kota di Denpasar berimbas terhadap meningkatnya pasien di IGD RSUD Wangaya yang sementara terpaksa ditutup karena penuh. Beberapa pasien bergejala sesak dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapat penanganan darurat.

Baca Juga: Selesai Jalani Karantina Covid-19, Bule Cantik Rusia Diusir dari Bali

Direktur RSUD Wangaya mengungkapkan saat ini keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di RSUD Wangaya sudah mencapai 100 persen. Dari kapasitas 73 tempat tidur yang tersedia, kini tersisa 3 tempat tidur.

Rencana menambah ruang bagi pasien Covid-19 dengan mengubah ruang Belibis menjadi ruang isolasi penanganan Covid-19 pun tertunda mengingat ruangan Belibis saat ini masih digunakan untuk merawat pasien non-Covid-19.

Pelayanan darurat bagi pasien non-Covid-19, pihak Rumah Sakit Wangaya telah menyediakan IGD yang dikonversi dari parkir ambulans dengan kapasitas enam tempat tidur.

"Jumlah BOR sudah 100 persen, kita punya tempat tidur 73 sudah terisi. Di UGD juga ada pasien belum dapat tempat tidur jumlahnya 11 orang. Jadi kapasitas kita untuk penampung pasien Covid-19 sudah penuh," ujar Direktur Wangaya Aa Made Widiasa, Kamis (22/7/2021).

Baca Juga: Tak Jera, 29 WNA di Bali Terciduk Melanggar Prokes

Dari data resmi Satgas Covid-19 Kota Denpasar, Rabu 21 Juli 2021 tercatat kasus sembuh mencapai 390 orang, kasus positif melonjak di angka 544 orang dan status meninggal dunia mengalami penambahan sebanyak 7 orang.

Berdasarkan data kumulatif, kasus posutif tercatat 21.119 kasus, angka kesembuhan sebanyak 17.217 orang (81,52%), meninggal dunia sebanyak 422 orang ( 2,00%), dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 3.480 orang (16,48%).

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini