Penelitian: Pemimpin Wanita Terbukti Cegah Lebih Banyak Kematian Akibat Covid-19

Agregasi BBC Indonesia, · Sabtu 24 Juli 2021 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 18 2445435 penelitian-pemimpin-wanita-terbukti-cegah-lebih-banyak-kematian-akibat-covid-19-rrUefAi6ao.jpg Pemimpin wanita terbukti cegah lebih banyak kematian akibat pandemi Covid-19 (Foto: BBC)

  • Selamatkan nyawa

Kota-kota di Brasil yang dipimpin oleh perempuan mencatat 43% lebih sedikit kematian karena Covid dibandingkan kota yang dipimpin laki-laki, sementara jumlah pasien yang dirawat di RS 30% lebih sedikit.

Para peneliti mempersempit analisis mereka pada 5.500 kotamadya Brasil sampai 700 kota tempat terjadi persaingan ketat antara kandidat pria dan wanita pada pemilihan tahun 2016.

Hanya kota-kota tempat pemilihan digelar satu putaran yang diperhitungkan, yang berarti ukuran populasinya di bawah 200.000 penduduk.

Dengan menerapkan kriteria ini, para peneliti berniat mensimulasikan eksperimen "acak" sebisa mungkin.

Mereka akhirnya mendapatkan beberapa kota kecil dan menengah yang dapat dibandingkan dan peluangnya mendapatkan pemimpin pria atau wanita sama.

Berdasarkan statistik resmi, mereka mengamati bahwa kota yang diperintah oleh perempuan mencatat 43,7% lebih sedikit kematian karena Covid per 100.000 penduduk daripada kota yang diperintah oleh laki-laki.

Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit juga 30% lebih rendah.

Ini sejalan dengan kebijakan yang dipilih oleh para perempuan di tampuk kepemipinan.

Menurut penelitian, walikota perempuan lebih sering mengadopsi langkah-langkah pencegahan daripada laki-laki.

Penelitian tersebut menemukan, pemimpin perempuan 5,5% lebih mungkin melarang kerumunan, 8% lebih mungkin mewajibkan penggunaan masker, dan 14% lebih mungkin mewajibkan tes bagi pendatang ke kota mereka.

Para peneliti ingin menekankan pentingnya pilihan-pilihan terseut dengan mengestimasi jumlah nyawa yang dapat diselamatkan jika setengah dari semua kota di Brasil dipimpin oleh perempuan (saat ini, hanya sekitar 13% kota yang dipimpin perempuan).

Negara itu dapat menghitung 15% lebih sedikit kematian, kata mereka.

Atau dengan kata lain, mereka memperkirakan 75.000 warga Brasil dari 540.000 orang yang meninggal karena Covid mungkin akan masih hidup hari ini.

"Kami ingin menunjukkan skala relevansi fenomena ini dalam membuat kebijakan publik," kata Alexsandros Cavgias dari Universitas Barcelona dan salah satu peneliti dalam studi tersebut.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini