Biden dan PM Irak Sepakat Akhiri Misi Tempur AS di Irak

Agregasi VOA, · Selasa 27 Juli 2021 05:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 18 2446449 biden-dan-pm-irak-sepakat-akhiri-misi-tempur-as-di-irak-zrf71zA7HB.jpg Presiden AS Joe Biden dan PM Irak Mustafa al-Khadimi (Foto: AP via VOA)

WASHINGTON DCPresiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi pada Senin (26/7) menyepakati sebuah perjanjian. Kesepakatan itu secara resmi mengakhiri misi tempur AS di Irak sebelum akhir 2021, lebih dari 18 tahun setelah tentara AS dikerahkan ke negara itu.

Presiden dari Partai Demokrat itu menyelesaikan misi tempur AS dalam dua perang yang dimulai semasa periode George W. Bush. Sebelumnya Biden telah mengumumkan penarikan sisa-sisa pasukan AS di Afghanistan sebelum akhir Agustus.

Biden dan Kadhimi bertemu di Ruang Oval untuk pembicaraan tatap muka pertama mereka sebagai bagian dari dialog strategis antara AS dan Irak.

(Baca juga: China Desak AS Ubah Pandangan tentang 'Musuh Imajiner')

"Peran kami di Irak adalah ... untuk melanjutkan pelatihan, mendampingi, membantu dan mengatasi ISIS yang bangkit tapi kami, mulai akhir tahun, tidak akan ada dalam misi tempur," kata Biden kepada para wartawan ketika dia dan Kadhimi bertemu.

Saat ini masih ada 2.500 tentara AS di Irak yang memusatkan perhatian untuk melawan sisa-sisa ISIS. Peran AS di Irak akan bergeser sepenuhnya ke pelatihan dan menasihati militer Irak untuk membela diri.

Perubahan itu diperkirakan tidak akan berdampak besar, mengingat AS sudah mulai fokus pada pelatihan pasukan Irak.

(Baca juga: Macan Tutul Salju Langka Positif Terpapar Covid-19)

Koalisi pimpinan AS menginvaksi Irak pada Maret 2003 berdasarkan tuduhan bahwa pemimpin Irak saat itu, Saddam Hussein, memiliki senjata pemusnah massal. Saddam digulingkan dari kekuasaan, tapi senjata semacam itu tak pernah ditemukan.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini