Viral 2 Anggota DPRD Solo Karaokean di Ruang Kerja, Ini Kata Ketua Dewan

Solopos.com, · Rabu 28 Juli 2021 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 512 2447317 viral-2-anggota-dprd-solo-karaokean-di-ruang-kerja-ini-kata-ketua-dewan-ytYjybu5P3.jpg Tangkapan layar video dua anggota DPRD Solo karaoke di ruang Komisi II DPRD Solo.

SOLO – Sebuah video berdurasi tiga menit sembilan detik yang beredar melalui WhatsApp memperlihatkan dua anggota DPRD Solo asyik berkaraoke di ruang kerja. Ketua DPRD Solo Budi Prasetyo mengatakan telah meminta keterangan dari dua anggotanya terkait video yang viral itu.

Kedua anggota yang diminta keterangan adalah Roro Indradi Sarwo Indah dan Hartanti. Keduanya adalah legislator dari Fraksi PDIP DPRD Solo.

BACA JUGA: Semarang Geger! Keluarga Pasien Covid-19 Aniaya Perawat Pakai Gunting di RSUD Ambarawa 

“Sudah, saya sudah sampaikan ke yang bersangkutan. Tapi memang kejadiannya seperti itu. Jadi tidak ada acara khusus untuk karaoke,” ujar dia diwawancara wartawan, Selasa (27/7/2021) siang.

Budi yang juga dari FPDIP menjelaskan kegiatan bernyanyi yang dilakukan Hartanti dan Roro bukan khusus karaoke. Melainkan sebatas kegiatan selingan di sela-sela kegiatan rapat-rapat DPRD Solo. Kebetulan hari itu juga sedang ada anggota DPRD yang tasyakuran. Selain itu aksi karaoke dilakukan pada saat jam istirahat siang atau jeda rapat.

“Jadi kalau kemarin ada yang viral, apa ada anggota DPRD yang karaoke di ruangan itu kan sebenarnya kejadiannya tidak seperti itu, apa, murni karaokean. Jadi pas rapat-rapat di komisi sudah selesai kemudian ada salah satu anggota DPRD yang kebetulan pas tasyakuran pas makan siang. Jadi sudah selesai rapat-rapat dengan mitra kerja,” terang dia.

BACA JUGA: Kenakan Pakaian Indonesia Raya Khas Gibran, Kader PKS Dicopot

Budi menyatakan di Gedung DPRD Solo tidak ada fasilitas karaoke. Alat yang digunakan untuk berkaraoke Hartanti dan Roro menurut dia merupakan fasilitas untuk rapat.

“Kita di ruangan-ruangan kan enggak ada fasilitas itu. Adanya proyektor itu. Dan mikrofonnya kan mikrofon untuk rapat. Jadi secara khusus karaokenan enggak. Karena kegiatan rapat-rapat komisi sudah selesai, waktunya siang hari pas longgar, dan sedang ada anggota DPRD yang tasyakuran,” jelasnya.

Menurut Budi tidak ada unsur pelanggaran atas apa yang dilakukan Roro dan Hartanti bernyanyi di sela kegiatan kedinasan. “Kalau secara kode etik di DPRD enggak ada. Itu spontan saja itu,” urai dia.

Disinggung apakah ada sanksi, Budi tidak secara lugas menjawab. Dia hanya menilai mestinya dokumentasi kegiatan seperti itu tidak perlu dibagikan ke luar, sehingga menyebar luas.

Sebab Budi menerangkan penilaian orang bisa menjadi beraneka ragam ketika melihat video itu. Apalagi di tengah kondisi serba sulit yang dirasakan masyarakat beberapa waktu terakhir.

“Berkaitan dengan hal-hal semacam itu tidak perlu di-share kemana-mana. Karena mungkin orang penilaiannya lain. Apalagi di tengah kondisi seperti ini. Tapi secara khusus tidak ada niatan untuk berkaraoke,” sambung dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini