Banjir Bandang Tewaskan Setidaknya 60 Orang di Daerah Terpencil Afghanistan

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 30 Juli 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 18 2448442 banjir-bandang-tewaskan-setidaknya-60-orang-di-daerah-terpencil-afghanistan-nTdoiFzcSt.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

KABUL - Warga di bagian terpencil Afghanistan timur terkubur di bawah lumpur dan puing-puing ketika hujan lebat membawa banjir bandang pada malam hari. Anak-anak dan perempuan dilaporkan termasuk di antara korban yang tewas akibat banjir di Kamdesh, di mana setidaknya 60 orang tewas dan puluhan lainnya hilang, serta banyak rumah hancur .

Zona bencana itu dikuasai oleh gerilyawan Taliban yang memerangi pemerintah.

BACA JUGA: Wanita AS Dipenggal di Jalanan di Siang Bolong, Videonya Tersebar  

Pembicaraan sedang diadakan untuk mencoba membiarkan tim penyelamat memasuki daerah yang sulit dijangkau pada waktu normal.

Para pejabat Afghanistan menyebutkan korban tewas 60 orang tetapi Taliban mengatakan 150 orang tewas dalam banjir itu, lapor kantor berita Associated Press.

BACA JUGA: Pelayat Tercengang Saat Mayat Hidup Kembali di Peti Mati Sesaat Sebelum Pemakaman

Seorang insinyur yang bekerja untuk Provinsi Nuristan, tempat Kamdesh berada, mengatakan kepada seorang wartawan Afghanistan bahwa jumlah korban terakhir bisa melebihi 200 orang.

Taliban mengatakan mereka telah mengirim kru penyelamat mereka sendiri untuk membantu, menjanjikan dana bantuan senilai sekitar USD62.000 (sekira Rp897 juta), demikian dilaporkan AP. Tetapi, tidak jelas seberapa baik perlengkapan mereka untuk menghadapi bencana dalam skala seperti itu.

Taliban telah memerangi pasukan pemerintah Afghanistan di seluruh negeri, mendapatkan wilayah sejak pasukan asing pimpinan Amerika Serikat (AS) pergi.

Banjir bandang terjadi ketika hujan turun begitu deras sehingga drainase normal tidak dapat mengatasinya. Hujan deras dan banjir membunuh orang setiap tahun di Afghanistan, di mana rumah-rumah yang dibangun dengan buruk di daerah pedesaan terpencil sangat rentan.

Banyak faktor yang menyebabkan banjir, tetapi pemanasan atmosfer yang disebabkan oleh perubahan iklim membuat curah hujan ekstrem lebih mungkin terjadi.

Dunia telah menghangat sekitar 1,2C sejak era industri dimulai dan suhu akan terus meningkat kecuali pemerintah di seluruh dunia melakukan pemotongan tajam terhadap emisi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini