Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Taliban Rebut Kota Zaranj, PBB Peringatkan 'Afghanistan Menuju Malapetaka'

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Minggu, 08 Agustus 2021 |08:03 WIB
Taliban Rebut Kota Zaranj, PBB Peringatkan 'Afghanistan Menuju Malapetaka'
Foto: Reuters.
A
A
A

"Kota itu berada di bawah ancaman, tetapi tidak ada seorang pun dari pemerintah pusat yang mendengarkan kami," kata Khairzad.

Taliban terakhir kali merebut ibu kota provinsi itu pada 2016, ketika mereka menguasai kota Kunduz di wilayah utara.

Para militan melancarkan kampanye militer besar-besaran pada Mei, bertepatan penarikan secara bertahap pasukan AS dan NATO setelah 20 tahun mereka menggelar operasi militer.

Dengan dikuasainya Kota Zaranj akan menambah momentum bagi kelompok militan itu, kata para pengamat.

Sehari sebelumnya, pasukan AS dan Afghanistan melancarkan serangan udara ke posisi kelompok itu di Lashkar Gah, ibu kota Provinsi Helmand.

Pasukan pemerintah berjanji tidak akan kehilangan kota penting yang strategis itu, dan pertempuran di sana berlangsung sengit.

Para pejabat telah mendesak warga sipil untuk mengungsi, dimana ribuan orang terjebak atau melarikan diri demi menyelamatkan diri.

Di Herat, warga juga telah meninggalkan rumahnya untuk mengantisipasi serangan pemerintah terhadap posisi kelompok Taliban.

"Kami tidak punya apa-apa lagi dan kami tidak tahu harus pergi ke mana," kata seorang warga kepada kantor berita AFP.

'Penghinaan terhadap hak asasi manusia' 

Sebelumnya pada Jumat, direktur pusat media pemerintah Afghanistan dibunuh oleh kelompok militan Taliban di ibu kota Kabul.

Dawa Khan Menpal ditembak mati saat meninggalkan masjid di mobilnya.

Taliban mengatakan dia "dihukum karena perbuatannya".

Negara-negara mitra pemerintah Afghanistan mengutuk pembunuhan itu dan menganggapnya sebagai tindakan mengejutkan dan pengecut.

Kuasa usaha Amerika Serikat (AS) untuk Afghanistan, Ross Wilson, mentweet bahwa dia "sedih dan muak" dengan pembunuhan itu, seraya menambahkan:

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement