Share

BNPB: Dua Kampung di Serang Banjir Akibat Hujan Deras

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 10 Agustus 2021 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 340 2453646 bnpb-dua-kampung-di-serang-banjir-akibat-hujan-deras-CLRKzwMpDg.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak dua kampung di dua desa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, masih tergenang banjir pada Senin 9 Agustus 2021, pukul 22.30 WIB.

BNPB telah menerima laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang. Banjir tersebut dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi.

"Kemudian menyebabkan air di saluran irigasi dan Sungai Ciunjung meluap,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima, Selasa (10/8/2021).

Baca juga: BNPB: Banjir Landa 2 Kabupaten di Provinsi Banten

Hingga hari ini, pukul 06.00 WIB, titik genangan dengan ketinggian muka air (TMA) 10 – 60 cm. Kedua kampung yang tergenang berada di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Genangan di Kampung Pulokiong, Desa Baros, masih tergenang dengan TMA 10 – 50 cm. Kampung Siliwung, Desa Sukamanah, TMA 10 – 60 cm.

Pantauan BPBD setempat warga memilih untuk bertahan di rumah mereka meskipun masih ada genangan air. Kampung Cipanganten, Desa Panyirapan, yang sebelumnya dilanda banjir, saat ini situasinya sudah kondusif. BPBD melaporkan tidak ada lagi genangan di kampung tersebut.

Baca juga: BNPB: 193 Jiwa di 4 Desa Terdampak Banjir Seram

Sedangkan di lokasi lain, wilayah terdampak banjir di Desa Kadubeureum, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, masih menunggu hasil dari kaji cepat BPBD yang berada di lapangan.

Data sementara BPBD Kabupaten Serang mencatat banjir berdampak pada 63 KK (259 jiwa). Rincian warga yang terdampak sebagai berikut Desa Baros 30 KK (100 jiwa), Desa Sukamanah 30 KK (150) dan Desa Kadubeureum 3 KK (9). Tidak ada korban jiwa akibat banjir di beberapa kampung ini.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Saat banjir terjadi di wilayah terdampak, TMA berada pada ketinggian 30 – 80 cm. Banjir merendam sejumlah rumah warga.

BPBD dengan unsur terkait di daerah, seperti Koramil, Polsek, dinas pemadam kebakaran, Palang Merah Indonesia (PMI) dan masyarakat telah melakukan penanganan darurat sejak dini, diantaranya menyiagakan personel dan pendataan di lokasi terdampak.

Sementara itu, analisis inaRISK pada kedua kecamatan Baros dan Pabuaran merupakan 29 kecamatan di Kabupaten Serang yang memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Di samping berpotensi bahaya banjir, Kecamatan tersebut termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi.

Baca juga: Kasus Corona Bertambah 20.709 Orang, Ini Sebarannya di 34 Provinsi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini