Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dituduh Bunuh Suami, Mantan Penyanyi Rohani Dicopot Sebagai Anggota DPR

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 13 Agustus 2021 |09:42 WIB
Dituduh Bunuh Suami, Mantan Penyanyi Rohani Dicopot Sebagai Anggota DPR
Flordelis de Souza berbicara mengenai suaminya yang dibunuh di rumah mereka di Rio de Janeiro, Brasil, 25 Juni 2019. (Foto: Reuters)
A
A
A

BRASILIA - Majelis rendah Kongres Brasil telah memberikan suara mendukung pengusiran seorang anggota parlemen yang dituduh memerintahkan pembunuhan suaminya.

Penyanyi rohani dan pendeta Injili yang kemudian menjadi politikus, Flordelis de Souza selalu berkeras bahwa dia tidak bersalah atas kematian suaminya.

BACA JUGA: Takut Dicurangi, Presiden Brasil Minta Pemilu 2022 Digelar Pakai Kertas 

Suami de Souza, Anderson do Carmo, (60 tahun), ditembak 30 kali di rumah mereka di Rio de Janeiro pada Juni 2019. Jaksa menuduh do Carmo dibunuh oleh putra Souza atas perintahnya dengan senjata yang dibeli oleh salah satu putra angkatnya.

Pasangan itu terkenal karena membesarkan 55 anak, yang sebagian besar telah mereka adopsi.

Dalam pemungutan suara yang luar biasa, 437 anggota majelis rendah Kongres memilih untuk mencopot Flordelis de Souza dari kursinya karena "perilaku yang tidak sesuai dengan kesopanan parlemen". Hanya tujuh anggota parlemen yang memberikan suara menentang mosi tersebut dan 12 abstain.

Pemungutan suara dilakukan hampir setahun setelah tuduhan diajukan terhadap Souza.

Dia telah mengenakan gelang kaki elektronik sejak dia didakwa.

Tapi dia tetap bebas karena di bawah konstitusi Brasil, anggota Kongres menikmati kekebalan parlemen yang juga mencakup dugaan kejahatan yang dilakukan di luar tugas resmi mereka.

BACA JUGA: Penyelidikan Pembunuhan Terhenti setelah Mayat Korban Digondol Buaya

Pemungutan suara untuk mencabut mandatnya oleh karena itu telah membuka pintu bagi potensi penangkapannya.

Souza, yang secara luas disebut dengan nama depannya, Flordelis, adalah penyanyi Injil populer dan pemimpin gereja evangelis yang dinamai menurut namanya sendiri, Komunitas Pelayanan Injili Flordelis.

Lahir dan dibesarkan di salah satu lingkungan paling berbahaya di Rio de Janeiro, dia mengadopsi puluhan anak jalanan selama bertahun-tahun.

Pada 1998, ia menikah dengan salah satu putra angkatnya, Anderson do Carmo, yang saat itu berusia 21 tahun dan kemudian menjadi pendeta di gerejanya.

Souza terpilih untuk mewakili Rio di Kongres pada 2018 dan mulai menjabat pada Februari 2019.

Pada Juni 2019, Anderson do Carmo yang berusia 42 tahun ditembak 30 kali di rumah pasangan itu di Rio.

Souza mengatakan dia telah dibunuh oleh perampok tetapi penyelidik menuduh dia ditembak mati oleh putra kandung Souza dengan pistol yang dibeli oleh salah satu putra angkat pasangan itu.

Selain kedua putra itu, lima anak Souza dan salah satu cucunya telah ditangkap sehubungan dengan kejahatan tersebut.

Dia sendiri telah didakwa dengan "mengatur pembunuhan, meminta (beberapa anaknya yang sudah dewasa) untuk mengambil bagian dalam kejahatan dan berusaha untuk menyamarkannya sebagai perampokan bersenjata".

Menurut penyelidik, Sousa telah mulai merencanakan pembunuhan suaminya sejak Mei 2018 ketika dia diduga mencoba meracuninya. Dugaan motifnya adalah upaya untuk merebut kendali keuangan keluarga dan bisnisnya dari suaminya, yang dilaporkan bertanggung jawab atas semua pendapatan dari gerejanya.

Souza, yang menghadiri pemungutan suara di majelis rendah Kongres, sekali lagi memprotes ketidakbersalahannya dan memohon kepada rekan-rekannya untuk tidak langsung mengambil kesimpulan.

"Beri saya satu alasan, hanya satu, mengapa saya akan membunuh suami saya," katanya.

Setelah pemungutan suara memutuskan pengusirannya, Souza kembali menegaskan dirinya tidak bersalah.

"Ketika pengadilan membebaskan saya, Anda akan menyesal mengutuk seseorang yang belum diadili," ujarnya.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement