KERAJAAN Majapahit merupakan negara agraris komersial, dengan hasil bumi melimpah yang dari pedalaman diangkut ke pesisir untuk diperdagangkan. Hal ini tidak lepas dari faktor alam yang mendukung.
Hal ini menunjukan bahwa Trowulan sebagai pusat kerajaan Majapahit merupakan daerah yang sudah memiliki ketahanan pangan dengan surplus bahan makanan yang kemudian dijual sebagai komoditas ekspor.
BACA JUGA: Kesaksian Tukang Catat Laksamana Cheng Ho Terkait Bentuk Kerajaan Majapahit
Beras yang sudah diangkut ke pesisir kemudian dibawa oleh armada kerajaan ke Maluku untuk diperdagangkan atau ditukar dengan rempah-rempah. Selanjutnya rempah#rempah yang diperoleh, ditukar atau diperdagangkan dengan para pedagang yang datang dari negara lain, terutama dari China dan India.
Dari perdagangan inilah keluarga kerajaan mendapatkan kain, sutra, keramik, dan benda-benda logam. Selain beras sebagai unggulan hasil pertanian. Demikian dikutip dari buku "Majapahit, Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota", editor Prof Dr Inajati Adrisijanti yang diterbitkan Kepel Press, 2014.