Share

Pasukan AS Ambil Alih Kontrol Lalu Lintas Udara di Bandara Kabul

Susi Susanti, Koran SI · Senin 16 Agustus 2021 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 18 2456166 pasukan-as-ambil-alih-kontrol-lalu-lintas-udara-di-bandara-kabul-MWIHdD43GP.jpg Bandara di Kabul, Afghanistan (Foto: Teller Report)

KABUL - Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan bahwa pasukan AS mengambil alih kontrol lalu lintas udara di bandara Kabul, selain memperluas keamanan di sana.

“Besok dan dalam beberapa hari mendatang, kami akan memindahkan ribuan warga Amerika yang telah tinggal di Afghanistan ke luar negeri, serta staf misi AS yang dipekerjakan secara lokal di Kabul dan keluarga mereka serta warga negara Afghanistan yang sangat rentan lainnya,” pernyataan bersama dari kedua agensi mengatakan.

“Dan kami akan mempercepat evakuasi ribuan warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk Visa Imigran Khusus AS, hampir 2.000 di antaranya telah tiba di Amerika Serikat selama dua minggu terakhir,” kata pernyataan itu.

(Baca juga: Aset Afghanistan Tidak Disimpan di Bank Sentral, Aset yang di AS Tidak Akan Diberikan ke Taliban)

“Untuk semua kategori, warga Afghanistan yang telah lolos pemeriksaan keamanan akan terus dipindahkan langsung ke Amerika Serikat. Dan kami akan menemukan lokasi tambahan untuk mereka yang belum diputar,” tambahnya.

Diketahui, Taliban berhasll menerobos masuk ke Istana kepresidenan di Kabul. Istana Itu dikosongkan hanya beberapa jam yang lalu oleh pejabat pemerintah, termasuk mantan Presiden Ashraf Ghani yang telah meninggalkan negara itu.

(Baca juga: Juru Bicara Taliban: Pemerintah Baru Akan Mencakup Warga Afghanistan non-Taliban)

Juru bicara Taliban Sohail Shaheen kepada Nic Robertson dari CNN dalam sebuah wawancara video pada Minggu (15/8) mengatakan pemerintah baru Taliban akan mencakup warga Afghanistan non-Taliban.

 Ketika ditanya apakah pemerintah baru Taliban akan memasukkan anggota dari bekas pemerintah Afghanistan, Shaheen, yang berbicara dari Doha, mengatakan akan "prematur" sekarang untuk menyebutkan siapa para pejabat itu, tetapi dia mengatakan bahwa mereka mencoba untuk memiliki beberapa " tokoh terkenal” untuk menjadi bagian dari pemerintah.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini