Share

AS Evakuasi Seluruh Staf Kedutaan Besar dari Afghanistan

Senin 16 Agustus 2021 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 18 2456193 as-evakuasi-500-staf-kedutaan-besar-dari-afghanistan-Q6OqcmzMll.jpg Kedutaan Besar AS di Kabul, Afghnistan (Foto: Anadolu Agency)

KABUL - Semua personel telah dievakuasi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kabul dan sekarang berada di bandara Kabul.

“Kami dapat memastikan bahwa evakuasi aman semua personel KBRI sekarang telah selesai. Semua personel kedutaan berada di lokasi Bandara Internasional Hamid Karzai, yang perimeternya diamankan oleh Militer AS,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price dalam sebuah pernyataan.

Seorang pejabat pertahanan mengatakan kepada CNN, AS telah menerbangkan sekitar 500 anggota staf dari Kedutaan Besar AS di Kabul keluar dari Afghanistan hari ini.

(Baca juga: Aset Afghanistan Tidak Disimpan di Bank Sentral, Aset yang di AS Tidak Akan Diberikan ke Taliban)

Sekitar 4.000 anggota staf Kedutaan Besar AS masih diterbangkan ke luar negeri, termasuk warga negara AS dan warga negara Afghanistan yang bekerja untuk kedutaan.

Jumlah itu belum termasuk anggota keluarga staf Afghanistan. Rencana AS untuk anggota keluarga itu masih belum jelas saat ini.

Departemen Luar Negeri tidak segera menanggapi permintaan komentar.

(Baca juga: Juru Bicara Taliban: Pemerintah Baru Akan Mencakup Warga Afghanistan non-Taliban)

Diketahui, Taliban berhasll menerobos masuk ke Istana kepresidenan di Kabul. Istana Itu dikosongkan hanya beberapa jam yang lalu oleh pejabat pemerintah, termasuk mantan Presiden Ashraf Ghani yang telah meninggalkan negara itu.

Juru bicara Taliban Sohail Shaheen kepada Nic Robertson dari CNN dalam sebuah wawancara video pada Minggu (15/8) mengatakan pemerintah baru Taliban akan mencakup warga Afghanistan non-Taliban.

Ketika ditanya apakah pemerintah baru Taliban akan memasukkan anggota dari bekas pemerintah Afghanistan, Shaheen, yang berbicara dari Doha, mengatakan akan "prematur" sekarang untuk menyebutkan siapa para pejabat itu, tetapi dia mengatakan bahwa mereka mencoba untuk memiliki beberapa " tokoh terkenal” untuk menjadi bagian dari pemerintah.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini