Kepala Negara mengungkapkan, dirinya mendapatkan masukkan dari timnya bahwa laju penularan yang begitu cepat ini harus benar-benar segera dihentikan. Jika tidak, maka di Agustus angka kasus akan berada di 80.000 dan September bisa mencapai 160.000 atau berada di atas India.
"Hingga saat itu saya sampaikan kepada Panglima TNI dan Kapolri, tidak ada pekerjaan lain yang ada menghentikan ini, jangan sampai melompat ke 80.000 melompat ke 160.000. Sekali lagi hati-hati mengenai ini," jelasnya.
Belajar dari kasus itu, Jokowi ingin Forkopimda Jawa Timur bekerja keras untuk mengendalikan kasus Covid-19.
"Sehingga saya harapkan di Jawa Timur karena penduduknya juga sangat besar semua bertanggung jawab di wilayahnya masing-masing, kemudian pangdam, kapolda saya juga minta gerakan semua kapolres gerakan dandim, danrem agar menyelesaikan terutama yang berkaitan dengan Isoter (Isolasi terpusat)," pungkasnya.
(Sazili Mustofa)