JAKARTA - Kembali berkuasanya Taliban di Afghanistan sejak 15 Agustus memicu kehawatiran sejumlah pihak di Indonesia mengenai kebangkitan kembali kelompok-kelompok teroris di Indonesia. Untuk itu Badan Intelijen Negara (BIN) mulai melacak kelompok-kelompok mana saja di Tanah Air memiliki kedekatan dengan Taliban.
Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto kepada VOA, Sabtu (21/8/2021), mengatakan lembaganya akan terus mengkaji dan menetralisir keadaan supaya kemenangan Taliban di Afghanistan tidak menimbulkan persoalan baru di Indonesia. Karena dulu ada beberapa warga Indonesia yang ikut berperang di Afghanistan melawan pasukan Uni Soviet.
BACA JUGA: Hidup dari Dana Hibah, Bagaimana Nasib Ekonomi Afghanistan Usai Dikuasai Taliban?
"Para alumni Afghanistan juga kita kumpulkan supaya tetap kembali kepada NKRI. Dari data-data yang ada, kita verifikasi supaya tidak terjadi pengulangan-pengulangan yang lebih pada hal-hal yang merugikan di Indonesia," kata Wawan.
"Apalagi terkait dengan aksi-aksi teror yang terjadi. Kita tetap mengedepankan situasi damai dan tidak lantas terafiliasi kembali terhadap mereka yang ada di sana (Afghanistan)," lanjutnya.
Wawan menambahkan yang akan diawasi adalah organisasi-organisasi yang berafiliasi kepada Jamaah Islamiyah (JI), Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Dia mengatakan organisasi-organisasi teroris itu akan didekati agar tidak menjadikan kemenangan Taliban di Afghanistan sebagai inspirasi untuk melancarkan lagi serangan teror di Indonesia.
“Alumni” Perang Afghanistan
Berdasarkan data BIN, lanjut Wawan, ada 98 alumni perang di Afghanistan. Namun dia menambahkan BIN terus mendekati mereka dan melakukan pembinaan agar tidak lagi meyakini paham ekstrem dan teroris.
BACA JUGA: Pengamat Nilai Kemenangan Taliban Tak Picu Aksi Teror di Indonesia
BIN juga selalu berkomunikasi dan mengadakan pertemuan secara berkala dengan para alumni Afghanistan tersebut.
Menurut Wawan, BIN tidak ingin para alumni Afghanistan yang sudah berumur itu mempengaruhi generasi muda di Indonesia untuk melanjutkan cita-cita mereka mendirikan negara Islam.
Wawan menegaskan yang dilakukan BIN sekarang ini adalah deteksi dini dan antisipasi dari kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Indonesia akibat euforia terhadap kemenangan Taliban di Afghanistan.