Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Otoritas Taiwan Picu Kemarahan Setelah 'Bantai' 154 Ekor Kucing Ras Langka

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 24 Agustus 2021 |11:23 WIB
Otoritas Taiwan Picu Kemarahan Setelah 'Bantai' 154 Ekor Kucing Ras Langka
Foto: Facebook.
A
A
A

TAIPEI – Pihak berwenang Taiwan memicu kemarahan publik setelah 'memusnahkan' 154 ekor kucing ras langkan yang disita dari penyelundup. Pihak berwenang membela keputusan untuk membantai hewan-hewan itu, menyalahkan kematian mereka pada para penyelundup.

Kucing-kucing itu disita Penjaga Pantai Taiwan pada Kamis pekan lalu (19/8/2021) menyusul upaya penyelundupan yang gagal untuk memasukkan hewan-hewan tersebut ke pulau itu.

BACA JUGA: Rayakan HUT Ke-100 Partai Komunis, Presiden China Sebut Unifikasi Taiwan 'Tugas Sejarah' 

Rekaman yang dirilis Penjaga Pantai Taiwan menunjukkan kucing-kucing itu ditemukan disembunyikan di kompartemen tersembunyi di sebuah kapal nelayan, dengan beberapa di antaranya dijejalkan ke dalam satu peti.

Sebanyak 62 kandang berisi 154 hewan ditemukan di atas kapal. Hasil tangkapan diperkirakan bernilai TND10 juta (sekira Rp5,1 miliar) dan termasuk ras kucing langka dan mewah seperti Ragdoll, British Shorthair, Persia American Shorthair, dan Russian Blue.

Namun, digagalkannya penyelundupan itu tidak memperbaiki nasib kucing-kucing tersebut karena mereka berakhir di tangah Badan Pengawasan Kesehatan Hewan dan Tumbuhan (BAPHIQ). Mengutip aturan dokter hewan, BAPHIQ mematikan semua kucing tersebut, dengan alasan mereka mungkin membawa berbagai macam penyakit dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi hewan peliharaan dan liar setempat.

BACA JUGA: Sempat Koma, Bocah yang Dibanting 27 Kali saat Latihan Judo Meninggal Dunia

Keputusan oleh pihak berwenang Taiwan ternyata diterima dengan sangat buruk, memicu kemarahan yang meluas, dengan warga negara dan kelompok penyelamat hewan sama-sama mengecam pihak berwenang atas euthanasia. Lebih parah lagi, pemusnahan massal kucing-kucing malang itu terjadi pada Hari Hewan Tunawisma Internasional.

“Hewan tidak bersalah. Ada aturan tentang peraturan perbatasan, tetapi mereka benar-benar dapat memeriksa apakah hewan sakit atau tidak,” kata juru bicara LSM Penyelamatan Darurat Hewan Taiwan sebagaimana dilansir RT.

“Saya memahami pentingnya undang-undang dan peraturan untuk ekologi domestik, tetapi… Saya berharap undang-undang tersebut dapat diubah dan memperlakukan kehidupan ini dengan cara yang lebih manusiawi.”

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement