Share

Bos CIA Diam-Diam Bertemu dengan Pimpinan Taliban di Kabul

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 25 Agustus 2021 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 18 2460921 bos-cia-diam-diam-bertemu-dengan-pimpinan-taliban-di-kabul-QuCPziNfDs.jpg Direktur CIA William Burns. (Foto: Reuters)

KABUL - Kepala Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) William Burns telah mengadakan pertemuan rahasia dengan salah satu pendiri Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar di Kabul, demikian dilaporkan Washington Post dan Associated Press.

Pertemuan Senin (23/8/2021), yang jika dikonfirmasi akan menjadi pertemuan tingkat tertinggi antara kelompok Taliban dan pemerintahan Biden sejak kelompok itu kembali berkuasa, terjadi ketika upaya untuk mengevakuasi ribuan orang dari Afghanistan menjadi semakin mendesak.

BACA JUGA: 2 Anggota Kongres AS Diam-Diam Kunjungi Kabul, Buat Pentagon Meradang

Burns adalah salah satu diplomat paling berpengalaman di pemerintahan Presiden Joe Biden; sementara Baradar, yang mengepalai kantor politik Taliban di Qatar, adalah salah satu pemimpin tertinggi dalam rezim yang telah mengambil alih kekuasaan di Kabul.

Seorang juru bicara CIA tidak akan mengonfirmasi pertemuan itu kepada AFP, dengan mengatakan bahwa agensi tersebut “tidak pernah membahas perjalanan direktur.”

BACA JUGA: Hujan Tak Turun Selama Empat Tahun, Madagaskar Terancam Bencana Kelaparan

The Washington Post, yang mengutip sumber anonim Amerika Serikat (AS) untuk pertemuan itu, tidak mengungkapkan isi diskusi antara pendiri Taliban dan bos CIA.

Tetapi dikatakan kemungkinan mereka berkisar pada penundaan tenggat waktu bagi AS untuk menyelesaikan evakuasi keluar dari bandara Kabul, di mana ribuan warga Afghanistan, yang ketakutan dengan kembalinya Taliban, masih berkumpul dengan harapan melarikan diri dari negara itu, demikian diwartakan Al Jazeera.

Biden telah menetapkan tenggat waktu 31 Agustus untuk menyelesaikan pengangkutan udara kacau yang diselenggarakan oleh ribuan pasukan AS dan Inggris yang dikerahkan sementara tetapi telah membiarkan pintu terbuka untuk perpanjangan jika diperlukan.

Tetapi seorang juru bicara Taliban memperingatkan pada Senin bahwa kelompok itu tidak akan menyetujui perpanjangan apa pun, menyebut masalah itu sebagai "garis merah", dengan penundaan apa pun yang dipandang sebagai "memperpanjang pendudukan".

“Jika AS atau Inggris mencari waktu tambahan untuk melanjutkan evakuasi – jawabannya tidak. Atau akan ada konsekuensinya," kata Juru Bicara Taliban Suhail Shaheen kepada Sky News.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini