Ini Kronologi Pengusaha Culik Gadis 14 Tahun di Madiun, Sudah Setahun Menghilang

Agregasi Solopos, · Rabu 25 Agustus 2021 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 512 2460700 ini-kronologi-pengusaha-culik-gadis-14-tahun-di-madiun-sudah-setahun-menghilang-n6JxDVtRie.jpeg Polres Madiun Kota. (Foto: Solopos.com)

MADIUN -  Seorang pengusaha asal Kabupaten Sragen, Jawa Tengah menculik anak perempuan berusia 14 tahun dari Kota Madiun. Gadis berinisial KR yang ternyata sedang hamil itu dibawa pergi dan sudah setahun terakhir ini tidak ada kabar.

Anak pertama dari pasangan Bambang dan Orlean itu dibawa pengusaha bernama Deni itu Juni 2020. Saat itu, KR sedang berada di rumah neneknya di Jalan Salak, Kota Madiun.

“Jadi, saat dibawa kabur Deni, si anak dalam kondisi hamil. Kami tidak tahu kondisinya saat ini seperti apa. Apa sudah melahirkan atau digugurkan. Karena sudah hilang setahun lalu,” kata pengacara Bambang, Adi Suhono, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (24/8/2021). 

Bambang yang memiliki usaha bengkel kendaraan dan rental mobil itu sempat mengalami musibah. Yaitu mobil rentalnya dibawa orang dan tidak kembali selama berbulan-bulan.

Setelah itu, Irfan yang merupakan pelanggan bengkel memperkenalkan Bambang dengan Deni. Antara Irfan dan Deni ini saling kenal karena berada dalam satu komunitas, yakni komunitas anti riba.

Deni kemudian mencarikan mobil itu, tetapi dengan syarat ketika mobil tersebut sudah ditemukan Bambang diminta untuk bergabung dengan komunitas anti riba. Ternyata benar mobil tersebut berhasil ditemukan. Bambang pun diminta untuk masuk di komunitas itu. 

Baca juga: Pengusaha Sragen Culik Gadis Madiun Gegara Lamarannya Ditolak

“Kemudian dua unit mobil milik Bambang yang masih kredit itu dibawa Deni. Bambang hanya diberi Rp10 juta sebagai gantinya. Kemudian, Bambang ini dikejar debt collector karena angsurannya macet. Padahal, selama ini Bambang selalu membayar angsuran ini bagus,” ujarnya.

Lantaran dikejar-kejar debt collector, Bambang beserta istri dan anak-anaknya kemudian pindah ke Yogjakarta. Mereka pun dijanjikan mendapatkan pekerjaan dan kontrakan.

Ternyata kehidupan di Jogja tidak seindah apa yang dikatakan Deni. Bambang beserta keluarganya berpindah ke Solo. Dengan pertimbangan di Solo ada keluarganya. Tinggal di Solo beberapa bulan, membuat istrinya tidak kerasan.

Hingga akhirnya Bambang beserta istrinya dan kedua anaknya balik ke Madiun. Sedangkan korban KR ditinggal di Solo karena masih sekolah. Ternyata, selama KR di Solo kerap dikunjungi Deni. 

Pada Mei 2020, Bambang membujuk anaknya KR itu untuk pulang ke Madiun. Tetapi KR sempat tidak mau ikut ke Madiun.

Saat di Madiun, istri Bambang sempat curiga dengan tingkah aneh dari putrinya tersebut. Hingga akhirnya orang tua korban membeli test pack dan ternyata korban KR hamil. 

“Saat di-test pack itu ternyata hasilnya positif hamil. Itu yang negetes orang tuanya,” ujar dia.

Selanjutnya, korban KR tinggal bersama neneknya di Jalan Salak, Kota Madiun. Pada awal Juni 2020, Deni mendatangi korban KR dan mengajaknya pergi.

“Setelah dibawa lari Deni itu, setahun lebih tidak ada komunikasi. Orang tua korban sudah kerap menanyakan keberadaan anaknya kepada Irfan (pria yang mengenalkan Bambang ke Deni). Tetapi jawabannya ya tidak tahu,” terangnya. 

Dia menegaskan orang tua korban sebenarnya sudah berusaha mencari Deni di berbagai komunitas di Solo maupun Jogja. Tetapi tidak ada yang tahu keberadaannya.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Madiun Kota secara resmi. Harapannya korban segera ditemukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini