Share

ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Serangan Bom di Bandara Kabul

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 27 Agustus 2021 06:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 18 2461845 isis-klaim-bertanggung-jawab-atas-serangan-bom-di-bandara-kabul-Cr33VoU8Nu.jpg ISIS klaim bertanggung jawab atas serangan bom di Bandara Kabul (Foto: Reuters)

KABUL - Kelompok teror ISIS  mengaku bertanggung jawab atas serangan teror mematikan di bandara Kabul yang terjadi pada Kamis (26/8).

Setidaknya 60 orang, termasuk 12 tentara Amerika, diperkirakan tewas dalam ledakan kembar.

Seorang juru bicara kelompok itu mengedarkan pernyataan melalui kantor berita Amaq di Telegram yang mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan terhadap Gerbang Biara.

Dia berbagi foto seorang pejuang berpose dengan pistol dan bahan peledak sambil mengangkat satu jari dalam simbol doa di depan bendera ISIS, mengatakan ini adalah orang yang meledakkan bom dalam serangan bunuh diri. Mereka tidak menyebutkan serangan kedua di sebelah Hotel Baron.

Foto tersebut menunjukkan tersangka penyerang berdiri dengan sabuk peledak di depan bendera hitam ISIS dengan kain hitam menutupi wajahnya, hanya matanya yang terlihat.

(Baca juga: Ledakan Bom Ganda di Luar Bandara Kabul, 60 Tewas, 140 Orang Luka)

Pernyataan itu tidak menyebutkan pelaku bom bunuh diri kedua atau pria bersenjata. Klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.

ISIS juga mengatakan pengebom berhasil melewati pos pemeriksaan keamanan Taliban yang berada dalam jarak lima meter dari kumpulan tentara AS, penerjemah dan kolaborator sebelum meledakkan bahan peledaknya. Taliban disebut-sebut juga termasuk di antara para korban.

Pernyataan itu juga mengatakan pengebom menyiasati langkah-langkah keamanan AS dan bahwa kamp yang menjadi sasaran adalah tempat pasukan AS mengumpulkan dokumen bagi mereka yang telah bekerja dengan militer.

Sebelumnya, seorang pejabat AS mengatakan serangan itu diyakini dilakukan oleh kelompok Negara Islam.

(Baca juga: Serangan Bom Hantam Bandara Kabul, Setidaknya 13 Tewas, Termasuk Anak-Anak)

Afiliasi ISIS di Afghanistan jauh lebih radikal daripada Taliban, yang baru-baru ini menguasai negara itu dan mengutuk serangan itu.

Mereka telah memerangi Taliban, yang dipandang sebagai pengkhianat karena menyetujui kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS).

Dikenal sebagai Negara Islam-Provinsi Khorasan (Isis-K), dinamai berdasarkan nama untuk wilayah itu dari zaman kuno, mengatakan dalam klaim tanggung jawabnya bahwa mereka menargetkan pasukan Amerika dan sekutu Afghanistan mereka.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini