Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Proyeksi BMKG Soal Musim Hujan: Datang Lebih Awal dan Intensitas Tinggi!

Agnes Teresia , Jurnalis-Jum'at, 27 Agustus 2021 |06:30 WIB
5 Proyeksi BMKG Soal Musim Hujan: Datang Lebih Awal dan  Intensitas Tinggi!
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengumumkan jika musim hujan untuk periode tahun 2021-2022 tidak akan berjalan normal. Berikut beberapa proyeksi yang disampaikan BMKG:

1. Hampir 50% wilayah Indonesia mengalami musim penghujan maju di September-Oktober

Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis awal musim hujan dengan merata klimatologis awal musim hujan periode 1981 sampai 2010, itu kita jadikan referensi rerata klimatologis, maka awal musim hujan tahun 2021 hingga 2022 ini diprakirakan maju, jadi total majunya sebanyak 45,9% dari zona musim. 

BACA JUGA: BMKG: Waspada Hujan Es, Petir hingga Puting Beliung pada Tahun Ini

“Jadinya hampir 50% wilayah Indonesia atau zona musim mengalami musim hujan yang maju. Artinya sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim hujan yang maju, tadi bulan September-oktober, September-Oktober,” papar Dwikorita.

2. La Nina berpotensi terjadi pada Desember 2021

BMKG memprediksi anomali iklim La Nina akan berpotensi terjadi pada Desember akhir tahun 2021 ini. BMKG pun mengingatkan potensi cuaca ekstrem.

Dwikorita Karnawati mengatakan saat ini El Nino masih dalam kondisi netral. El Nino Southern Oscillation apapun Indian Ocean Dipole ini yang mempengaruhi faktor iklim di Indonesia. Keduanya adalah faktor iklim yang penting yang mempengaruhi variabilitas curah hujan di Indonesia.

BACA JUGA: BMKG: Musim Hujan Dimulai September, Datang Lebih Awal

Namun, Dwikorita mengungkapkan dari parameter anomali iklim Global di wilayah Indonesia akan berpotensi terjadi La Nina pada akhir tahun ini.

“Namun berdasarkan pemantauan parameter anomali iklim Global oleh BMKG dan institusi-institusi Internasional lainnya terdapat indikasi atau gejala atau peluang bahwa kondisi netral tersebut akan berkembang menjadi La Nina pada akhir tahun 2021 yaitu diperkirakan di sekitar bulan Desember ya. Sekitar, akhir tahun jadi sekitar bulan Desember diperkirakan ada peluang untuk terjadi La Nina,” ungkap Dwikorita.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement