Selama menjadi Sai Dan Tyo KH Syam’un sering mengajak anak buahnya untuk memberontak dan mengambil alih kekuasaan Jepang, maksud tersebut ia utarakan kepada Pemimpin Dai Dan Tyo M KH Oyong Ternaya dan Dai Dan Tyo IV Uding Surya Atmadja untuk mengumpulkan kekuatan.
Keterlibatan KH Syam’un dalam dunia militer mengantarkan KH. Syam’un menjadi pimpinan Brigade l Tirtayasa Badan Keamaman Rakyat (BKR) yang berubah menjadi Tentala Keamanan Rakyat (TKR) dan berganti menjadi TNI Divisi Siliwangi. Dengan pangkat terakhir Brigadir Jendral (Brigjen), Karir KH. Syam'un di ketentaraan terbilang gemilang hingga diangkat menjadi Bupati Serang periode 1945-1949.
Disela jabatannya sebagai Bupati Serang sekira tahun 1948, KH. Syam’un masih mengurus pesantren. Pada tahun yang sama, meletus Agresi Militer Belanda II yang mengharuskan KH. Syam’un bergerilya dari Gunung Karang Kabupaten Pandeglang hingga ke Kampung Kamasan Kec Cinangka Kabupaten Serang, daerah ini menjadi tempat tinggal salah satu gurunya, KH. Jasim.
Di kampung ini KH. Syam’un meninggal pada 1949 karena sakit saat memimpin gerilya dari hutan sekitar Kamasan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.